persepsi

RAKER 2018 DAN INOVASI PERSEPSI

 

Rapat Kerja Tahun 2018 PERSEPSI, berlangsung di Aula Klaten, pada 11 sd 12 Mei 2018. Raker dihadiri 20 orang dari Badan Pelaksana, 2 orang Dewan Pengurus berlangsung cermat, mengagendakan 3 hal penting, 1) Refleksi Program 2017, 2) Perencanaan 2018, dan 3) Kebijakan Keuangan dan Kelembagaan PERSEPSI.

Inovasi sebagai upaya menemukan dan mengembangkan hal hal baru dalam pengelolaan program dan kelembagaan PERSEPSI, menjadi semangat yang mewarnai dan mengarahkan pembicaraan dan pembahasan dalam rapat kerja kali ini. Raker yang kepanitiaannya dipegang oleh  Nasrah, memberikan kesempatan yang luas kepada generasi muda untuk terlibat dalam proses dan penanganan hasil raker.  Hari Jumat 11/5/2018  merupakan sessi presentasi dan pembahasan bidang  program pengembangan Pemberdayaan Perempuan dan Usaha Kecil Mikro (PP UKM) dan Pertanian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (PK LH), dimoderatori oleh Riza Fitriana dan notulensi oleh Ika Milawati. Sedangkan pada sessi kedua dengan presentasi dari program Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Pendayagunaan Asset (SDM PA) dan Penelitian, Pelatihan, Studi,  Dokumentasi, dan  Informasi  (PP SDI) dimoderatori oleh Asykur Rifani dan notulensi oleh Tyas Asmorowati.

Raker hari ke 2, Sabtu 12/5/2018 dipergunakan untuk mendengarkan evaluasi dan masukan dari Dewan Pengurus pada pagi hari, dan penyusunan Logical Framework untuk menyahuti isu isu strategis yang berkembang  dengan menyiakan kerangka program innovatif yang menjawab perkembangan yang ada dan tantangan ke depan. Acara ini dipandu langsung oleh Ida Farida.

Bidang PKLH menampilkan innovasi sertifikasi berkelompok (group certification) untuk hutan rakyat dengan pemodelan di Kabupaten Lumajang, dan Pacitan, serta rencana pengembangannya di Jawa Barat dengan PT Sobi Indonesia. Bidang PPKUM menampilkan innovasi dalam sertifikasi ekolabel dan pemasaran lurik pewarna alam di Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dan Hivos. Bidang PSDM PA menampilkan innovasi pada pemanfaat asset lahan untuk usaha produktif agro eco wisata. Bidang PPSDI menampilkan innovasi dengan pengembangan PERSEPSI sebagai lembaga penyedia layanan training dan studi untuk pengembangan desa, kehutanan , konservasi dan umkm. Sedangkan bidang keuangan menampilkan innovasi dengan menyiapkan sistem pengendalian internal dan diminta menyiapkan pola pemberian gaji bulanan melalui transfer rekening.

Raker dihadiri dengan penegasan kembali visi misi, bidang prioritas, dan juga kebijakan keuangan untu 2018.  Tiap peserta mendapatkan satu kaos lengan panjang dengan tema Teamwork : Make Dreams Work.

 

ppsdi-persepsi

 

 

KETELADANAN MEMBENAHI SUMBER BENCANA

Sebagai masyarakat yang tinggal di daerah hulu Bengawan Solo, memang selalu mengalami dua keadaan berbeda tajam. Kelebihan air di musim penghujan, dan kekeringan di musim kemarau. Begitulah yang terjadi di Desa Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Erosi tanah yang berdampak pada kerusakan lahan pertanian, sempadan yang mengamankan sungai, dan juga fasilitas umum telah menohok kesadaran terdalam masyarakat desa ini untuk melakukan konservasi sebagai bagian dari nilai dan kepedulian hidup di wilayah hulu DAS. Untuk itulah maka mereka menggandeng PERSEPSI dan juga Perum Jasa Tirta I dalam Program Pengembangan Konservasi Terpadu Tahun 2017.
Program ini diwu judkan dalam paket kegiatan berupa Pembuatan Bangunan Terjunan Air (BTA) atau Dam Penahan (DPn) sebanyak 5 (lima) unit di Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut : 2 unit di Dusun Glogok, 2 unit di Dusun Jlegong, dan 1 unit di Dusun Ceper. Program ini dilaksanakan bulan Agustus-November 2017.
Tahapan kegiatan yang dilakukan : 1) Sosialisasi kegiatan kepada Pemdes dan Masyarakat terutama sekitar lokasi pembuatan dam penahan, 2) Pelatihan pembuatan kawat bronjong untuk penanganan konservasi sipil teknis., 3) Pelaksanaan pembuatan dam penahan yang dilakukan oleh Komite Desa/KKTA meliputi : pembuatan kawat bronjong, pengadaan batu, dll, 4) Monitoring dan evaluasi konservasi sipil teknis.
Program ini memberikan manfaat bagi 1) meningkatnya kesadaran dan kepedulian pada penanganan erosi di lahan lahan milik, 2) kerjasama pengelolaan konservasi daerah sepadan sungai, 3) berfungsinya kelembagaan Kelompok Konservasi Tanah dan Air (KKTA) dalam penanganan erosi secara bersamasama.
Asykur Rifani dan Tyas Asmorowati (PERSEPSI) menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan peranserta PERSEPSI sebagai Sekretaris dan Perum Jasa Tirta I sebagai Anggota di Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) untuk wilayah DAS Solo Hulu. Sebagaimana diketahui, kerjasama ini berlangsung sejak tahun 2005 dan terus berkembang lintas tahun hingga hari ini.
Keteladanan masyarakat membenahi sumber bencana agaknya perlu dikembangkan PERSEPSI untuk menata ulang kelembagaan dan peranserta para pihak menjadikan Desa Gemawang sebagai model Desa Siaga Bencana, sekaligus pengembangan nilai nilai ekonomi apa dan peranserta seperti apa yang bisa dimainkan kelompok perempuan dalam kegiatan konservasi menuju pengembangan konservasi yang responsive gender.

PKLH- PPSDI-PERSEPSI

TENUN LURIK KLASIK BERSERTIFIKAT EKOLABEL PERTAMA DI INDONESIA

Tenun ini jenis tenun tradisional, diproses dengan Alat Tenun Bukan Mesin. Atas jerih payah dan perjuangannya menata sistem, akhirnya Kelompok Usaha Bersama (KUB) Lurik Klasik ini mendapat Sertifikat Pengelolaan Tenun Lurik ATBM Pewarna Alam Berkelanjutan untuk pertama kalinya di Indonesia.
Kelompok ini didampingi oleh Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI) melalui Program Pengembangan Usaha Lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Warna Alam Berbasis Sumberdaya Lokal Dalam Rangka Penguatan Ekonomi Perempuan berjalan dengan lancar. Pendampingan ini mengajak Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten dan juga Dompet Dhuafa.
Setelah diuji oleh Lembaga Sertifikasi Mutuagung Lestari, pada tanggal 2-4 Desember 2017 dengan menggunakan Metode Uji berikut SNI 08-0287-1996 atau EN/ISO 105-E 04: 2013 solution 11 dan 13 tentang prosedur pengujian celupan sesuai dengan TPT SNI 19-7188.4:2006 butir 7, maka dinyatakan bahwa KUB Lurik Klasik dari Desa Telingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Indonesia, adalah benar benar melakukan produksi tenun lurik klasik dengan pewarna alam.
Bertindak sebagai Lead Auditor adalah Ir. Tony Arifiarachman dan Anggota Tim Ir. Taufik Margani, setelah memeriksa sistem manajemen dan proses produksi di lapangan serta konsultasi dengan para pemangku kepentingan, akhirnya menetapkan KUB ini berhak memberikan tanda ekolabel pewarna alam pada produk yang dibuatnya, untuk jangka waktu 3 tahun, 8 Desember 2017 hingga 8 Desember 2020.
Tenun pewarna alam sangat bagus dan dianjurkan dipakai untuk dan demi alasan: 1) ramah lngkungan, 2) baik bagi kesehatan, 3) menggerakan ekonomi masyarakat desa, dan 4) mengembangkan budaya produksi secara berkelanjutan bagi produk produk tenun lurik tradisional.
Bagi yang berminat bisa menghubungi ARANA dengan mengunjungi http://www.persepsi-klaten.org

PPUKM – PPSDI PERSEPSI

GELIAT KELOMPOK PENENUN LURIK PEWARNA ALAM

Thema dan semangat kembali ke alam memang menggema di seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali di Klaten, Jawa Tengah. Usaha ini secara lokal lebih dikenal sebagai Lurik Pedan, atau Lurik Klaten. Sedangkan Pedan adalah nama kecamatan yang mengembangkan lurik ini, di berada di Kabupaten dari Klaten. Namun perkembangannya sangat pesat sehingga tenun lurik pun tidak hanya ada di pedan namun juga menyebar di kecamatan Bayat, Cawas dan Trucuk. Sekalipun penyebarannya sudah ke beberapa kecamatan, namun nama lurik tersebut masih dinamakan lurik Pedan karena tak lepas dari sejarah lurik pedan ini sejak zaman penjajahan dahulu.

Tahun 2017 PERSEPSI menggandeng kerjasama Dompet Dhuafa, untuk menyiapkan kelompok penenun lurik pewarna alam agar bisa menggeliat dan berkembang lagi di tengah gempuran kurik moderen yang menggunakan bahan dn pewarna sintetik. Tidak mudah di awal, tetapi akhirnya bisa diorganisir sebanyak 231 orang yang terbagi dalam 9 Kelompok dalam 3 forum, yang memproduksi untuk berbagai pesanan di dalam negeri termasuk untuk wilayah Klaten, Solo dan Yogyakarta.

WONDERFUL EKOWISATA PERSEPSI

oleh: Taryanto Wijaya

Sabtu pagi, 9/9/2017 aula PERSEPSI menyeruak. Pembahasan hangat hasil studi Ekowisata Semagar mendapatkan sambutan hangat oleh Badan Pengurus dan Badan Pengawas PERSEPSI yang mengundang tanggapan Prof. Dr. Baiquni, Guru Besar Ekonomi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM).

Laporan Tim Studi Semagar dinilai masih berat sebelah, dan baru menekankan pada aspek destinasi wisata, tetapi belum menyebutkan pasar, bagaimana menjangkau, tata pemasarannya. Begitupun dengan manajemen pariwisata yang hendak dikembangkan di tingkat lembaga yang belum dibentuk secara khusus dengan rencana tindak (action plan) yang terlaksana secara terstruktur dan terkendali.

Diskusi yang berkembang mengarah pada pentingnya 4 hal: 1) perubahan mindset, 2) tim manajemen kreatif yang melakukan kerja, 3) penyiapan ekowisata berbasis masyarakat, dan 4) pengembangan paket pariwisata berbasis masyarakat dan teknologi komunikasi digital. Profesor Baiquni memberikan dukungan untuk PERSEPSI menjadi bagian dari komunitas baru yang menyiapkan pariwisata kutural dan kreatif dengan pendekatan pembangunan kawasan, tidak lagi hanya berbasis desa.

Lebih jauh dalam rangka ini, direkomendasikan untuk mulai ada perubahan mindset dengan menjadi himpunan ekowisata eduksi pedesaan.

(ppsdi, 9/9/2017)

PERSEPSI DAN PEMBANGUNAN BERBASIS PENGEMBANGAN KAWASAN

(sebuah refleksi untuk bahan rapat gabungan, Sabtu, 9 September 2017)
oleh: Taryanto Wijaya

Meski tidak mudah tetapi harus melakukan. Itulah yang harus dilakukan PERSEPSI ketika harus menggeser cara pandang perancangan dan pengelolaan program dari semula berbasis desa menjadi berbasis pengembangan kawasan. Ini artinya, cara pandang perancang dan pengelola program harus bergeser dari satuan administratif ke kesatuan sumberdaya dan aksesibilitas dan distribusi manfaatnya.

Bidang PKLH sudah mencoba mengawalinya dalam pembentukan satuan pengelola hutan dari berbasis desa menjadi berbasis hamparan hutan yang membentuk satu kesatuan ekosistem, dengan sedikit mengabaikan batas administrasi desa. Sedangkan bidang PPUKM juga telah mencoba dengan pembentukan koperasi SETARA yang lintas desa, serta pendekatan program tenun lurik yang lintas kecamatan di Kabupaten Klaten.

Studi Semagar menjadi entri baru untuk bagaimana memulai mengembangkan program berbasis sumberdaya lintas desa dan jaringan aksebilitas jalan dan distribusi kemanfaatannya. Meski masih sulit, tetapi upaya kesana makin jelas arah dan tahapannya.

Satu area yang didekati bersama lintas bidang program di PERSEPSI mengharuskan tata kelola tim dan informasi secara baik dan terpadu. Ini tidak mudah, karena ada wilayah wilayah teknis, kelembagaan, dan jaringan yang menuntut pengeloaan bersama dengan fungsi masing masing secara saling terkait. Rencana ekowisata mengharuskan adanya pengembangan pengolahan sumberdaya lokal agar memiliki nilai pasar yang baik. Demikian halnya dengan memperbaiki tata kelola tim pelayanan para pengunjung, akses menuju lokasi wisata dan jalur jalur utama yang memungkinkan potensi ekonomi lain di beberapa desa bisa turut dikembangkan.

Agaknya, kepastian arah dan tahapan menjadi wilayah yang masih butuh dipikirkan agar posisi dan peran PERSEPSI tidak gamang dalam menyikapi begitu besarnya tuntutan masyrakat untuk bisa menjadi pendamping pengelolaan ekowisata di berbagai wilayah.

GAGASAN PROGRAM DAN HALAL BI HALAL PERSEPSI

Selasa, 4 Juli 2017 terasa ramah dan mendalam. Aula PERSEPSI Klaten kembali didatangani para pemangku kepentingan di Klaten dan para staff. Meski dengan acara ringkas dan sederhana yang dipandu oleh Tyas Asmorowati, dan bacaan syahdu Al Qur’an oleh Nur Halimah dan terjemah oleh Asykur Rifani, namun suasana tenang meraba hati dan pikiran. Terlebih ketika Direktur Yanti Susanti menyampaikan selamat datang kepada para hadirin. Kantor Klaten seperti menggeliat lagi.

Suasana makin meriah ketika Prof. Dr Musa Asy’ari menyampaikan cermah ringkas tentang halal bi halal dan pengembangan program pluralisme di Indonesia. “Memang yang berpuasa orang Islam. Tetapi semua pihak dan sektor yang berbeda keyakinan pun bergerak dengan Idul Fitri” katanya membuka pembicaraan,” dan ini menunjukan bahwa kemajemukan di Indonesia memang sesuatu yang harus ditangani serius, dan bisa diawali dengan penajaman program pemberdayaan desa terpadu berbasis potensi kawasan”. Profesor adalah Ketua Dewan Penasihat PERSEPSI, yang menaruh minat pada prakarsa pluralisme dan pengembangan ekonomi berbasis kawasan dan ekowisata berkelanjutan di Indonesoa.

Hadir pada acara ini, para pimpinan dan staff PERSEPSI, jajaran pengurus dan pengawas, para mitra dampingan, dan pemangku kepentingan PERSEPSI. Hadir pula Camat Ngawen, dan juga Kepala Desa Kwaren, yang keduanya menyampaikan bahwa posisi PERSEPSI harus masuk dalam sistem perubahan di desa dengan mengawal rencana pembangunan desa, penguatan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa serta Pengawasan Pembangunan oleh Masyarakat secara luas,

Acara diakhiri dengan bersalam salaman saling mendoakan dan memaafkan untuk segala yang kurang berkenan di masa lampau dan harapan bersama di masa yang akan datang.

#tw-ppsdi#

GELAR HASIL STUDI EKOWISATA SEMAGAR GIRIMARTO WONOGIRI

Tim Studi PERSEPSI untuk Pengembangan Wisata Agro Herba Semagar

Tim Studi PERSEPSI untuk Pengembangan Wisata Agro Herba Semagar

Setelah bergulat dalam diskusi di tingkat tim, penggalian data lapangan bersama masyarakat, dan interaksi dengan para pemangku kepentingan di tingkat daerah, Tim Studi Ekowisata Semagar akan memaparkan hasil sementara kajian yang dilakukan.
Kajian digelar di Aula PERSEPSI Wonogiri di hadapan Tim Manajemen PERSEPSI pada Selasa, 20 Juni 2017. Bertindak sebagai pemapar Asykur Rifani, dibantu oleh timnya Riza Fitriana, Artati Tyas Asmorowati, dan Ika Milawati. Sementara bertindak sebagai pembahas adalah Edhy Suprianto (Wadir Pertanian Kehutanan dan Lingkungan Hidup), Nasrah (Wadir Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Pemanfaatan Asset), Tri Yuli Umiyati (Wadir Pemberdayaan Perempuan dan Usaha Kecil Mikro), Taryanto Wijaya (Wadir Pelatihan, Penelitian Studi , Dokumentasi dan Informasi ) dan Anis Rachmawati (Kepala Biro Keuangan dan Umum). Hadir pada acara ini Nur Haliman (Office Manager-Wonogiri ) , Rujiyah (Account Officer – Klaten), dan Rody Hanan Wibowo (Staff Senior).  Acara dipandu oleh Hastin Qomariyati  (Staf Senior PERSEPSI).
Acara ini ditindaklanjuti dengan Rapat Manajemen untuk Evaluasi Program semester I 2017, dan diakhiri dengan buka puasa bersama seluruh jajaran pimpinan dan staf PERSEPSI di Klaten dan Wonogiri.

Tim Studi Semagar ini berbekal SK Direktur PERSEPSI No. 01/PERSEPSI-KPTS/01-2017 tertanggal 26 Januari 2017, dengan 4 keluaran sebagai berikut: 1) terpetakannya potensi desa, 2) terpetakannya potensi kelembagaan desa, 3) adanya analisis masalah, potensi, dan alternatif solusi secara sosial, ekonomi dan lingkungan, 4) terselenggaranya demonstration plot untuk pengembangan tanaman berbasis industri dan pengembangan ekowisata, 5)  tersusunnya  rencana pengembangan ekowisata. Dalam pandangan para peserta pembahasan, output yang masih butuh penajaman adalah pada bagian 3 dan 5.

Studi ini memiliki 4 arti penting sebagai berikut: 1) memberikan data dasar (baseline data) potensi fisik, sosial dan ekonomi Desa Semagar, 2) memberikan wadah berlatih bagi para staff bekerja dalam kerangka study dan pengembangan, 3) terbangunnya upaya berjejaring dengan pihak lain, dan  4) adanya rekomendasi bagi manajemen program PERSEPSI dalam menata dan menindaklanjuti kegiatan untuk waktu berikutnya pada program serupa.

Dalam kata penutupnya Tim Studi Semagar menyampaikan perasaan berbahagia bisa bekerjasama dalam tim, menerjemahkan tugas k e dalam pelaksanaan di lapangan, serta membagi waktu antara pepekeraan pokok dengan kegiatan studi ini, dan memberikan pengalaman berstruktur bagaimana melakukan studi dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

(tw-20j17)

RAKER PERSEPSI 2017: KESEPAKATAN UNTUK PERUBAHAN JANGKA PANJANG

Bertempat di Aula PERSEPSI Wonogiri, Rapat Kerja digelar pada 21-22 Januari 2017. Diikuti dari unsur staff, manajemen, Badan Pengurus dan Pengawas, membahas agenda – agenda penting untuk program 2017. Sejumlah masukan dimintakan kepada para pakar seperti Bp Fajar Sudarwo (UU Desa), Prof Dr.  Musa Asy’ari (Industrialisasi Usaha dan Desa Inklusi), dan Dr. Erfan Maryono (Pengembangan Ekonomi Pedesaan).

Rapat menyepakati beberapa agenda strategis sebagai berikut:

  1. Rencana Kerja dan Anggaran PERSEPSI 2017 diterima dalam rapat dan menjadi acuan kerja bersama  setelah dilakukan penyempurnaan berdasarkan masukan dari Narasumber, Pengurus dan Pengawas.
  2. Dibentuk dan ditugaskan  Tim Pelaksana yang diperkuat dengan SK Direktur untuk Penjajagan dan Pengembangan Desa Terpadu (P2DT) di Desa Semagar Kecamatan Girimarto beserta sarana pendukung yang dibutuhkan dan mekanisme pertanggungjawaban dan monitoringnya. Jika hasil kesimpulan kajian KAHMI tidak layak (Plan A), maka PERSEPSI akan menindaklanjuti dengan Rencana (Plan B) dengan pengembangan tanaman perkebunan yang sesuai.
  3. PERSEPSI akan menindaklanjuti kesepakatan untuk melakukan studi kelayakan rencana pengembangan industry herbal dalam kerjasama dengan KAHMI.
  4. Program sertifikasi kehutanan yang yang dilakukan perlu dipertajam manfaat ekonomi dan dikaitkan dengan ketahanan pangan, dan pengembangan usaha kecil mikro pada wilayah FMU.
  5. Keterlibatan PERSEPSI dalam program pengembangan masyarakat desa diarahkan untuk:
    1. Pengembangan BUMDES yang memperkuat posisi tawar kelompok perempuan dan UMKM serta kelompok usaha lain yang dimiliki masyarakat desa.
    2. Pengembangan bidang lingkungan dan kehutanan dikaitkan dengan pengembangan ekonomi pengelolaan embung dan bank air.
  6. Dalam rangka mendapatkan manfaat dari program bersama kelompok dan mitra kerja maka PERSEPSI harus melakukan upaya:
    1. Mengidentifikai kembali kelompok dan mitra dampingan
    2. Melakukan kontrak usaha dalam jangka panjang dalam pengembangan nilai ekonomi dari usaha yang muncul  bersama kelompok /mitra/ dan desa dampingan.
  7. Pengelolaan website perlu segera diseriusi untuk membantu publikasi keberadaan lembaga PERSEPSI dan penyiapan input pendukung berupa tulisan, berita dan opini serta gambar yang relevan untuk postingan secara berkala.

Rapat kerja tahun 2017 dilakukan di awal tahun agar memberikan waktu yang cukup dalam persiapan dan lebih baik dalam pelaksanaan dan tindak lanjut hasil-hasilnya. (tw-011)

 

GAGASAN PROGRAM INNOVATIF

 

GAGASAN PROGRAM INNOVATIF
Oleh: Taryanto Wijaya
(Tim Ahli PERSEPSI)

 

PENDAHULUAN

NGO di ujung tanduk. Ketika rakyat di sebuah negara berada dalam kungkungan kebijakan dan program pembangunan yang lebih memihak kelas mapan, NGO bergerak melakukan sejumlah aksi memperkuat kelompok basis untuk menuntut hak. Namun ketika peran mendidik rakyat mulai dimainkan oleh Pemerintah melalui lembaga-lembaga konsultan, peran NGO makin terpinggirkan. Sejumlah NGO yang semula bak cendawan di musim hujan, tergulung secara perlahan begitu muncul program nasional pemberdayaan masyarakat. Sejumlah aktifis NGO yang semula bersikap ideologis dan kritis, secara perlahan ditaklukan oleh mekanisme keproyekan dan tunduk pada kebijakan Pemerintah, dan menjadi peminta-minta baru, dalam menuntut mendapat bagian dalam pendampingan kelompok masyarakat. Ini sebuah ironi, dari sikapnya semula yang mendorong kemandirian, sikap kritis, dan keberlanjutan.

Titik Pangkal Pergulatan

Sebenarnya, pada dasarnya menjadi tanggungjawab Pemerintah atas nama negara untuk memberdayakan masyarakatnya. Namun demikian, banyaknya kebutuhan masyarakat dan terbatasnya anggaran pemerintah sering menjadi alasan, tersingkirnya kelompok-kelompok masyarakat yang tidak beruntung dari proses pembangunan. Pada situasi demikian kelompok-kelompok kritis yang tergabung dalam Organisasi Non Pemerintah (NGO) menemukan alasan pembenar untuk melakukan pembelaan hak, pemberdayaan masyarakat.

NGO hadir membangun penyelesaian atas masalah dan pengembangan atas potensi lokal, dengan lingkup sempit, dengan pendekatan partisipatif, dirasakan lebih menjawab problem riil di tingkat masyarakat. Programnya bersifat baru, dukungan manajemen yang efektif, menjadikan NGO seakan berada dki atas angin.

Namun demikian , kemampuan pendanaan mandiri, ruang lingkup yang ditangani sempit, SDM yang kurang memadai dan transfer kemandirian yang lemah, menjadikan program-program NGO seperti obor minyak, makin lama makin redup, dan mereka meninggalkan masyarakat dampingannya (grassroot) atas nama mencari kelayakan ekonomi keluarga dan masa depan.

NGO ditinggalkan, dan hanya sedikit yang masih dapat dan mau bertahan menjadi pegiat (aktifis) di NGO, bejibaku dengan program pengorganisasian kelompok basis, advokasi untuk perubahan kebijakan, hingga pembelaan hukum di pengadilan.

Kemandirian NGO

NGO memiliki empat pilar utama agar tetap memiliki daya kritis, daya dorong bagi perubahan, sebagai berikut:

1) Dukungan mandat dari kelompok dampingan dan belaan

2) Kelembagaan masyarakat yang dibentuk untuk menjaga sikap dan kritis dan sistem pengendalian perubahan.

3) Kemandirian dan keragamaan sumber pendanaan

4) Program yang innovatif (baru) dan dibutuhkan untuk mendukung bisnis masyarakat,

Jika salah satu dari empat pilar itu runtuh, maka menjadi berat bagi NGO untuk tegak dan tetap bersikap kritis dalam perubahan pembangunan , dimana akses dan kontrol atas keputusan pembangunan sudah begitu terbuka bagi masyarakat.

Langkah Kedepan: Innovasi

Jika pada mulanya, NGO semacam enggan untuk berbicara tentang bisnis dengan semboyan nirlaba (non profit organisaation), maka perubahan keadaan di tingkat kebijakan pembangunan, alokasi sumberdaya pembangunan, dan juga minat masyarakat pada bisnis, mau tidak mau mengharuskan NGO untuk menafsir ulang dan menata kembali sikap dan posisi tawarnya dalam pergulatan pembangunan.

Hal yang paling krusial dari NGO adalah methodologi pendampingan terhadap masyarakat akar rumput (grassroot) yang mengalami perubahan mendasar dan sporadis dari proses pembangunan dan akses terhadap informasi.

Program yang innovatif, yakni baru, unik, dan lebih efektif untuk pengelolaannya secara lebih mandiri, dan diakses lebih banyak masyarakat, dan terintegrasi dalam sistem informasi dan manajemen perubahan, menjadi tantangan baru bagi banyak NGO yang ingin tetap eksis dalam meniti perubahan. NGO sebenarnya menjadi mitra penting pemerintah dan masyarakat serta assosiasi bisnis ketika program-program yang diiniasinya bersifat baru dan memberdayakan masyarakat dan sistem secara lebih maju dan cerdas.

 

Kontak Kami

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI)

 

Kantor Pusat :

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI)

Jl. Klaten-Jatinom Km. 3 Kwaren, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah- Indonesia

Telp. +62 272 322211

Fax. +62 272 322865

E-mail. persepsi@indo.net.id

 

Kantor Cabang Wonogiri :

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI)

Jl. Cempaka VI No. 1,  Pokoh, Wonogiri, Jawa Tengah 57615

Tilp/Fax : 0273-322059

Email : persepsi@indo.net,id