• RUA 2019-PERSEPSI - di Grand Cokro Hotel-Klaten

logo-header

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial

(PERSEPSI)

w1

Bertumpu pada sumberdaya lokal

Mewujudkan tatanan masyarakat yang berkeadilan gender dan bertumpu pada sumberdaya lokal.
Selengkapnya
w1

Peran Masyarakat                  

Meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat sipil melalui pendidikan kritis dan advokasi.
Selengkapnya
w1

Kontrol Masyarakat                    

Meningkatkan akses dan kontrol masyarakat terhadap sumberdaya politik, ekonomi, lingkungan dan budaya.
Selengkapnya
w1

Pengelolaan Lingkungan Hidup

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Selengkapnya

Tentang Kami

 

 img_20161127_135109

 

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI) merupakan penjelmaan dari Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) cabang Klaten.

 

Selengkapnya

Berita Terbaru

TRANSFORMASI PERSEPSI 2021
(Klaten, PERSEPSI, 23/3/2021). Menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang peluang besar untuk 25 tahun ke depan, PERSEPSI melakukan transformasi kelembagaan dalam rangka meningkatkan kinerja layanan kepada publik, dari Badan Hukum Perhimpunan

Profil Kami

p1

 
p2

 
p3

 

Program

Keahlian

Kontak

 

Ada 3 program kegiatan yang dilakukan oleh PERSEPSI
1. Bidang Pertanian, Kehutanan Dan Lingkungan Hidup ( PKLH)
Merupakan program untuk menjawab tantangan  
2. Bidang Pemberdayaan...

 

 

PERSEPSI yang telah eksis sejak tahun 1979 atau sejak LP3ES memiliki Sumber Daya Manusia yang  berpengalaman dengan keahlian sbb :
1. Partisipatory Rural Appraisal (PRA)...

 

 

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI)
Jl. Klaten-Jatinom Km. 3 Kwaren, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah- Indonesia
Telp...

 

Selengkapnya

Selengkapnya

Selengkapnya

sfsd sdf sdghfsd  egew  ford sada sds UNDP_Nepal 

Berita Terbaru

TRANSFORMASI PERSEPSI 2021
(Klaten, PERSEPSI, 23/3/2021). Menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang peluang besar untuk 25 tahun ke depan, PERSEPSI melakukan

Fans Page

Pengunjung

Kontak Kami

SILATURAHIM DAN HALAL BIL HALAL PERSEPSI 2018

Silaturahmi PERSEPSI 2018

Silaturahmi PERSEPSI 2018

Dihadiri Pengurus, Pengawas dan Pelaksana PERSEPSI, silaturahmi dan halal bil halal digelar pada Senin, 25 Juni 2018 di Kantor Klaten. Acara yang sederhana dan khidmat diisi siraman rokhani oleh KH Abu Muchsin, S.Sos dengan tampilan ceramah dan dialog yang menghibur. Meski diadakan rutin tetapi tema yang diangkat selalu baru.

Acara juga dihadiri oleh Perwakilan Kantor Urusan Agama Kecamatan Ngawen Klaten. Sejumlah utusan dari perwakilan koperasi dampingan juga turut hadir menyemarakan. Seperti Koperasi Agro Niaga Jawa, Koperasi Mitra Sejahtera, dan Koperasi Wanita SETARA, serta sejumlah keluarga besar para eks pegawai PERSEPSI yang telah pensiun.

“Terkadang selama setahun, kita disekat sekat oleh program dan wilayah kerja serta tim kerja yang berbeda beda, dan saling melakukan kesalahan tanpa disadari. Tetapi pada hari ini dipersatukan dalam event silaturahmi dan saling melakukan penerimaan dan permaafan satu sama lain, dan juga hubungan sosial kita dengan para pemangku kepentingan lain” kata Yanti Susanti S.Ag, selaku Direktur.

Dalam taushiyahnya, KH Abu Muchsin S.Ag menjelaskan secara panjang lebar 3 hal yakni 1)  perlunya untuk meneladani kisah para Nabi bagaimana mereka bekerja keras bersama umatnya keluar dari kemelut kehidupan, 2) keteladanan bersama untuk saling beramar makruf nahi mungkar, serta 3) upaya untuk menghindari terjadinya kebangkrutan amal. 

Acara juga dilakukan dengan pernyataan ikrar dan doa bersama yang dipimpin oleh Rody Hanan Wibowo S.Sos. dan dilanjutkan dengan foto bersama dan istirahat dan makan siang. Kelancaran acara ini tidak terlepas dari peran pengendalian Asykur Rifani sebagai pembawa acara untuk acara tahun ini.

Silaturahmi ini menjadi awalan untuk PERSEPSI kembali melakukan aktifitas setelah libur lebaran can cuti kolektif 2018.

ppsdi – tw

TANTANGAN BARU PERSEPSI: MENYIAPKAN PETANI SEBAGI PEMILIK BADAN USAHA KEHUTANAN

Tahun 2015-2018 benar-benar tahun penuh tantangan bagi manajemen program PERSEPSI. Betapa tidak, jenis standar pengelolaan, cakupan wilayah, dan tuntutan pasar yang harus dijawab makin hadir di depan mata.

 

Upaya untuk meneguhkan pemihakan pada petani hutan rakyat (grower) di Jawa oleh berbagai pihak menunjukan tanda-tanda kesungguhannya. Hal itu sekurangnya ditunjukan oleh 3 hal, yakni 1) adanya dukungan dari Departemen Kehutanan (BP DAS Solo dan BP2HH Wilayah Surakarta) yang memfasilitasi MoU antara Aliansi Pengelola Hutan Rakyat Lestari (APHRL) Jawa Madura dengan PT Indeks di Sukoharjo, 2) MoU antara SSC Forestry Swedia dengan APHRL Jawa Madura, dan 3) MoU antara PT Sutarindo Pasuruan dengan FMU Enggal Mulyo (Ponorogo) atas dukungan dari WWF dan IKEA.

Keberadaan petai hutan rakyat sebagai penumbuh pohon (grower), industri pengolahan (extractor), dan kelompok penjual sebagai pemasar (marketer) masing-masing memegang peranan penting dalam menyangga mata rantai kelestarian hutan rakyat dan pemanfaatan hasilnya secara adil dan merata serta berkelanjutan. Untuk itu, keberadaan petani ke depan harus mulai digeser di samping sebagai penumbuh juga sebagai pemilik (owner) badan usaha bersama industri pengolahan, dan badan usaha milik negara yang (Perum Perhutani).

Upaya menyiapkan petani hutan rakyat untuk memiliki perusahaan patungan bersama (joint venture corporation)  atau Perusahaan Tri Partit sedang disiapkan oleh Selopuro Business Meeting Point (SBMP) bekerja sama dengan  Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI) dan SSC Forestry (Swedia) dan Perum Perhutani Pusat Juni 2014-hingga Desember 2016.  Perusahaan Tri Partit ini menempatkan FMU Hutan rakyat sebagai pemasok kayu sertifikasi, Asosiasi FMU sebagai pemilik perusahaan, sekaligus pengelolaa usaha dalam kerangka bisnis untuk bisa memasok produk hasil hutan ke pasar Swedia dan Eropa.

Ada 3 tahapan pemberdayaan penting dilakukan dalam hal ini yakni 1) penyiapan kelembagaan dan sumberdaya manusia, 2) penataan sarana dan prasarana fisik dalam tata letak produksi, dan 3) penggarapan pesanan dan pemasarannya secara terkoordinasi, rapih dan berkelanjutan.

Program penyiapan Sertifikasi Berkelompok (Group Certification ) dengan standar Forest Stewardship Council (FSC) baik di Kecamatan Senduro (Lumajang) maupun Punung, Donorojo dan Pringkuku (Kebumen) menjadi pendekatan baru untuk mengefektifkan pengelolaan program. Dukungan dari IKEA dan WWF diharapkan memberikan upaya lebih kuat dalam mempromosikan PERSEPSI sebagai NGO yang juga mampu sebagaimana yang dilakukan oleh PT SOBI.  Sertifikasi Berkelompok memungkinkan dikembangkan di luar Jawa untuk 2018-2020.

Sebagai organsiasi nirlaba, tetapi harus menyiapkan kelompok dampingan dalam rangka mencari laba (waralaba) melalui bisnis berbasis pengembangan sumberdaya lokal, tentu menjadi tantangan baru yang harus dijawab oleh PERSEPSI dengan konsep yang jelas, kebijakan yang tegas, dan alokasi sumberdaya manusia yang konsisten dan kreatif.

PPSDI – PKLH

LIBUR DAN CUTI TAHUNAN PERSEPSI 2018

Klaten, 21 Mei 2018. Sebagai upaya memberi kesempatan kepada staff untuk  behariraya dan mengambil cuti tahunan, maka PERSEPSI akan melakukan libur kegiatan lapangan selama masa lebaran 1439 H.

Sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Direktur PERSEPSI, bernomor 03/PERSEPSI-i/05-2018 tertanggal 21 Mei 2018, libur staff dilakukan mulai Rabu 13 Juni 2018 sampai dengan Jumat 22 Juni 2018. Kegiatan operasional dilakukan kembali mulai Senin tanggal 25 Juni 2018 setelah acara Halal Bil Halal di Kantor Klaten.

Pelayanan  kepada para pihak selama masa liburan bisa dilakukan melalui email persepsi@indo.net.id. Sedangkan konfirmasi dan informasi dengan manajemen bisa dilakukan melalui nomor WhatsApp Direktur dan Wakil Direktur.

PERSEPSI menyampaikan selamat berhari raya Idul Fitri 1439 H, semoga amal kita diterima oleh Alloh SWT, dan kerjasama kita berlanjut untuk masa masa selanjutnya.

ppsdi-admin

 

 

 

PERSEPSI DAN PROGRAM EKONOMI PEREMPUAN PESISIRAN

Rembang, 28/4/2018. Masyarakat pesisi memiliki keunikan tersendiri dalam bertahan hidup. Kondisi laut yang tidak menentu dengan gempuran ombaknya, serta kebijakan negara yang cenderung kurang mendukung mereka, telah menjadikan masyarakat pesisir kehilangan banyak langkah dengan mereka yang berada di kawasan pertanian dan perkotaan.

PERSEPSI hadir melalui kerjasama dengan Asssosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Wilayah Jawa sembari menggandeng  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana di

Program Peningkatan Produktifitas Ekonomi Perempuan di Kabupaten Rembang sudah dimulai sejak Tahun 2016. Program ini awalnya adalah Program Pendidikan Kemasyarakatan yang telah dilakukan oleh DP3AKB (sebelumnya BP3AKB) Propinsi Jawa Tengah. Melalui program ini telah membentuk kelompok perempuan bernama Pantura Mekar Jaya (PMJ) dengan anggota sebanyak 32 orang.

Program ini berlangsung sejak 2014, 2015, 2016, 2017. PERSEPSI melakukan supervisi dan evaluasi tahunan atas program ini atas permintaan ASPPUK Wilayah Jawa dan DP3AKB (sebelumnya BP3AKB) Propinsi Jawa Tengah , pada 28 April 2018. Yanti Susanti (Direktur), dan Tri Yuli Umiyati (Wadir PPUKM) hadir memfasilitasi proses tersebut di Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Secara umum tujuan Supervisi adalah sebagai berikut 1) Mengetahui   perkembangan    kelompok      perempuan   dan   LKP   paska pelatihan, 2)  Mengetahui hambatan dan pendukung pelaksanaan program. 3)  Meningkatkan koordinasi kelompok perempuan, Pemerintah Desa dan OPD Pemberdayaan Perempuan Kabupaten.

Turut serta memberikan sambutan pada acara ini  Budi Dayanti dan Ragil Wilantika dari DP3AKB Propinsi Jawa Tengah, dan Hersus dari Dinsos PP KB Kabupaten Rembang. Supervisi dilakukan dengan diskusi kelompok terfokus, wawancara, pengisian kuosener, serta pengecekan dokumen dan bukti perkembangan lain. “Pantura Mekar Jaya” merupakan Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan yang kemudian melahirkan Lembaga Keuangan Perempuan (LKP) yang dikelola oleh dan untuk mereka dengan pendekatan dan prinsip prinsip perkoperasian.

Hasil supervisi menunjukan 1) Ada  penambahan  wawasan  dan  pengetahuan,  terkait  pengalaman berorganisasi maupun pengembangan usaha, 2)  Ada peningkatan kapasitas diri PUK, seperti semakin percaya diri, 3) berani menyampaikan pendapat, tidak takut bertemu orang (pejabat), 4)bisa memimpin rapat/pertemuan rutin, 5) bisa menjalankan administrasi kelompok meski sederhana, 6)  Rintisan usaha bersama mulai berjalan.

Adapun masalah dan rekomendasi tindaklanjut dari supervisi ini adalah sebagai berikut. Permasalahan yang masih dihadapi  berupa :a.   Pengurus  maupun  anggota  belum  mumpuni  dalam  pengelolaan kelompok sehingga perkembangan kelompok belum bisa dirasakan secara maksimal., b.   Adanya  ego  wilayah  antar  anggota,  memyebabkan  kekompakan antar anggota kurang.      c.   Kapasitas anggota yang belum merata diantara sesama anggota sehingga  akses  kegiatan  di  luar  kelompok  hanya  oleh  orang tertentu.

Adapun rekomendasi untuk mengetasi masalah yang dihadapi beruoa : a.   Perlunya  pelatihan  Management  Organisasi  untuk  meningkatkan kapasitas pengurus dalam pengelolaan kelompok, b.   Perumusan aturan kehadiran dalam kegiatan kelompok, c.   Perlu  pengawalan  dalam  penegakan  aturan  maupun  kegiatan- kegiatan kelompok, d.   Mendorong     munculnya    kader    untuk    mengawal     keberadaan kelompok, e.   Perlunya dukungan nyata dari pemerintahan Desa Kalipang untuk penguatan kelembagaan kelompok.

Progran ini memberikan pengalaman dan tantangan baru bagi PERSEPSI untuk mengembangkan pogran terpadu yang menggabungkan aspek keuntungan pemberdayaan perempuan, konservasi lingkungan dan pengembangan ekonomi melalui kerjasama dari para oemangku kepentingan di sektor pesisir dan kelautan.

ppsdi- ppukm 2018

LOKAKARYA III UNTUK PENYELAMATAN DAS KEDUANG 2018-20123

Penyadaran masyarakat untuk menjadi pemain utama dalam penyelamatan daerah aliran sungai (DAS) memang butuh waktu lama,mengkuti tahapan demi tahapan. Melalui kerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Nippon Koei, PERSEPSI dilibatkan dalam proses fasilitas penyiapan masyarakat untuk konservasi DTA Waduk Wonogiri di Sub DAS Keduang di Kecamatan Jatipurno.

Sejumlah 6 desa di Kecamatan Jatipurno, Kab. Wonogiri merupakan  desa yang difasilitasi untuk penyusunan Rencana Konservasi Tanah dan Air di Desa  (RKTD) dalam rangka penanganan sedimentasi di Waduk Wonogiri melalui konservasi daerah tangkapan air DTA Sub DAS Keduang. Untuk itu, fasilitasi penilaian desa secara partisipatif melalui Participatory Rural Appraisal (PRA)  di Desa Tawangrejo (29-31 April 2017), Giriyoso (04-06 April 2017), Mangunharjo (11-13 April 2017), Balepanjang (18-20 April 2017), Jeporo (25-27 April 2017), dan Jatipurno (08-10 Mei 2017).

 Keenam desa tersebut telah difasilitasi untuk Lokakarya II sejak tanggal 30 Mei 2017 hingga 2 Juni 2017, masing masing desa selama 1 hari. Agenda pembahasan meliputi perbaikan rancangan RKTD dan Pembentukan Kelompok Konservasi Tanah dan Air  (KKTA). Keenam telah mengidentifikasi lokasi lokasi yang mengalami erosi dan mendiskusikan upaya upaya yang telah dan akan diambil untuk mengatasi masalah erosi tersebut dikaitkan dengan kondisi sosial dan ekonomi setempat.  Lokakarya II dimakdudkan untuk mengkritisi hasil hasil PRA  berupa rancangan Rencana Konservasi Tanah dan Air di Desa (RKTD) yang perlu dikritisi bersama , dan didukung oleh organisasi kelompok yang focus pada penataan konservasi tanah dan air di wilayah desa setempat. Untuk itulah maka diselenggarakan Lokakarya III di 6 desa sejak 30 Mei – 8 Juni 2017 selama 1 hari pada tiap desa.

 Sedangkan pada bulan Maret – April 2018, keenam desa tersebut difasilitasi untuk melakukan Lokakarya III untuk mengesahkan dan menetapkan rencana konservasi tanah dan air di desa 6 desa agar siap diimplementasi dalam  tahun 2018  2023.

Keluaran Lokakarya III ini berupa: 1) diterimanya program strategis dan masalrancangan RKTD telah mendapatkan pencermatan secara bersama, 2) teridentifikasinya masalah inti dan program strategis, 3) terbentuknya Kelompok Konservasi Tanah dan Air KTTA dan 4) terumuskannya visi dan misi KKTA secara partisipatif.  Tujuan dari Lokakarya IiI adalah disyahkannya dokumen RKTD  sebagai bagian  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa, dan tersiapkannya KKTA, KPD dan MPS sebagai   organisasi pelaksananya. 

NO

TANGGAL

TEMPAT

FA / Co. FA

1

17-18 APRIL 2018

TAWANGREJO

TRI YULI UMIYATI / ANIS RACHMAWATI

2

19-20 APRIL 2018

JEPORO

TRI YULI UMIYATI/ IKA MILAWATI

3

23-24 APRIL 2018

BALE PANJANG

NASRAH / ARTATI TYAS ASMOROWATI

4

25-26 APRIL 2018

JATIPURNO

TARYANTO WIJAYA / IKA MILAWATI

5

2-3 MEI 2018

MANGUNHARJO

EDI SUPRIYANTO  / RIZA FITRIANA

6

7-8 MEI 2018

GIRIYOSO

TARYANTO WIJAYA / ASYKUR RIFANI

Program Strategis yang berlangsung di 6 desa tersebut adalah sebagai berikut:

Inti Permasalahan

Program Strategis

Kegiatan

  1. Banyaknya permasalahan erosi dan potensi erosi, yang dipicu oleh erosi permukaan, parit, jurang, tanah longsor, tebing sungai dan lainnya

Paket program fisik pengendalian konservasi tanah dan air

  1. Pembuatan teras bangku
  2. Pembuatan SPA dan BTA
  3. Pengadaan Rorak
  4. Peningkatan pola usaha tani
  5. Peningkatan drainase halaman
  6. Penambahan bangunan pengendali
  7. Konservasi sumber air melalui penghijauan kembali lahan disekeliling mata air

 

  1. Kurangnya sarana pengendaalian air drainase/kurang kepedulian terhadap SPA

Program peningkatan sistem drainase

  1. Peningkatan sistem drainase lingkungan desa

 

  1. Kurangnya perhatian terhadap pengelolaan aset prasarana desa

Peningkatan prasarana umum yang ada

  1. Peningkatan prasarana irigasi yang ada
  2. Rehabilitasi prasarana jalan yang ada termasuk jembatan (umum)
  3. Pengembangan jalan usaha tani
  4. Pengembangan program pemeliharaan prasarana umum
  5. Masyarakat dan lembaga lembaga yang ada di desa masih kurang memperhatikan upaya pelestarian lingkungan. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk berkelompok
 

Paket program non fisik konservasi tanah dan air

  1. Pengadaan peraturan tentang penatagunaan lahan desa terkait konservasi tanah dan air dan lingkungan hidup
  2. Pengembangan organisasi pengelola konservasi tanah desa
  3. Pemberdayaan kelompok kelompok, penyelenggaraan program sekolah, penyelenggaraan demonstrasi plot program konservasi
  4. Peningkatan dukungan penyuluhan pertanian
  5. Peningkatan koordinasi antara perangkat pemerintah desa, koordinator wilayah, dan dengan dinas
  6. Penegembangan program pemeliharaan teras dan bangunan pelengkapnya
  7. Penurunan tingkat kesuburan tanah dan penggunaan lahan secara insentif,sehingga penggunaan pupuk kimia berlebihan dan menimbulkan biaya produksi yang tinggi disisi lain limbah pertanian belum termanfaatkan secara optimal
 

Pengembangan pemanfaatan sumberdaya lokasi sistem usaha tani dengan penggunaan bahan organik

  1. Pelatihan dan perluasan pembuatan dan penggunaan kompos
  2. Penyediaan fasilitas masyarakat untuk memproduksi pupuk organik dan bio gas
  3. Terbatasnya kemampuan lembaga-lembaga lokal dan anggotanya dalam agrobisnis. Dalam menangani kurangnya tenaga kerja dan mahalnya biaya tenaga kerja
 

Pemberdayaan kelompok kelompok masyarakat dalam pengembangan bisnis dan promosi sistem kerja patungan

  1. Program pemberdayaan Gapoktan dan kontak tani dalam pengembangan kelembagaan dan Agro bisnis
  2. Program pemberdayaan koperasi RT
  3. Program pemberdayaan LPKK
  4. Pengembangan agro bisnis/industri skala kecil yang memiliki prospek berbasis sumberdya lokal
  5. Mengkoordinasikan program pengentasan kemiskinan, khususnya paket program terasering
  6. Pengembangan sistem usaha tani secara cooperatif
  7. Pengembangan peraturan desa terkait dengan upaya harmonisasi kegiatan masyarakat desa

 

ppsdi-tw

RAKER 2018 DAN INOVASI PERSEPSI

 

Rapat Kerja Tahun 2018 PERSEPSI, berlangsung di Aula Klaten, pada 11 sd 12 Mei 2018. Raker dihadiri 20 orang dari Badan Pelaksana, 2 orang Dewan Pengurus berlangsung cermat, mengagendakan 3 hal penting, 1) Refleksi Program 2017, 2) Perencanaan 2018, dan 3) Kebijakan Keuangan dan Kelembagaan PERSEPSI.

Inovasi sebagai upaya menemukan dan mengembangkan hal hal baru dalam pengelolaan program dan kelembagaan PERSEPSI, menjadi semangat yang mewarnai dan mengarahkan pembicaraan dan pembahasan dalam rapat kerja kali ini. Raker yang kepanitiaannya dipegang oleh  Nasrah, memberikan kesempatan yang luas kepada generasi muda untuk terlibat dalam proses dan penanganan hasil raker.  Hari Jumat 11/5/2018  merupakan sessi presentasi dan pembahasan bidang  program pengembangan Pemberdayaan Perempuan dan Usaha Kecil Mikro (PP UKM) dan Pertanian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (PK LH), dimoderatori oleh Riza Fitriana dan notulensi oleh Ika Milawati. Sedangkan pada sessi kedua dengan presentasi dari program Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Pendayagunaan Asset (SDM PA) dan Penelitian, Pelatihan, Studi,  Dokumentasi, dan  Informasi  (PP SDI) dimoderatori oleh Asykur Rifani dan notulensi oleh Tyas Asmorowati.

Raker hari ke 2, Sabtu 12/5/2018 dipergunakan untuk mendengarkan evaluasi dan masukan dari Dewan Pengurus pada pagi hari, dan penyusunan Logical Framework untuk menyahuti isu isu strategis yang berkembang  dengan menyiakan kerangka program innovatif yang menjawab perkembangan yang ada dan tantangan ke depan. Acara ini dipandu langsung oleh Ida Farida.

Bidang PKLH menampilkan innovasi sertifikasi berkelompok (group certification) untuk hutan rakyat dengan pemodelan di Kabupaten Lumajang, dan Pacitan, serta rencana pengembangannya di Jawa Barat dengan PT Sobi Indonesia. Bidang PPKUM menampilkan innovasi dalam sertifikasi ekolabel dan pemasaran lurik pewarna alam di Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dan Hivos. Bidang PSDM PA menampilkan innovasi pada pemanfaat asset lahan untuk usaha produktif agro eco wisata. Bidang PPSDI menampilkan innovasi dengan pengembangan PERSEPSI sebagai lembaga penyedia layanan training dan studi untuk pengembangan desa, kehutanan , konservasi dan umkm. Sedangkan bidang keuangan menampilkan innovasi dengan menyiapkan sistem pengendalian internal dan diminta menyiapkan pola pemberian gaji bulanan melalui transfer rekening.

Raker dihadiri dengan penegasan kembali visi misi, bidang prioritas, dan juga kebijakan keuangan untu 2018.  Tiap peserta mendapatkan satu kaos lengan panjang dengan tema Teamwork : Make Dreams Work.

 

ppsdi-persepsi

 

 

KETELADANAN MEMBENAHI SUMBER BENCANA

Sebagai masyarakat yang tinggal di daerah hulu Bengawan Solo, memang selalu mengalami dua keadaan berbeda tajam. Kelebihan air di musim penghujan, dan kekeringan di musim kemarau. Begitulah yang terjadi di Desa Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Erosi tanah yang berdampak pada kerusakan lahan pertanian, sempadan yang mengamankan sungai, dan juga fasilitas umum telah menohok kesadaran terdalam masyarakat desa ini untuk melakukan konservasi sebagai bagian dari nilai dan kepedulian hidup di wilayah hulu DAS. Untuk itulah maka mereka menggandeng PERSEPSI dan juga Perum Jasa Tirta I dalam Program Pengembangan Konservasi Terpadu Tahun 2017.
Program ini diwu judkan dalam paket kegiatan berupa Pembuatan Bangunan Terjunan Air (BTA) atau Dam Penahan (DPn) sebanyak 5 (lima) unit di Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut : 2 unit di Dusun Glogok, 2 unit di Dusun Jlegong, dan 1 unit di Dusun Ceper. Program ini dilaksanakan bulan Agustus-November 2017.
Tahapan kegiatan yang dilakukan : 1) Sosialisasi kegiatan kepada Pemdes dan Masyarakat terutama sekitar lokasi pembuatan dam penahan, 2) Pelatihan pembuatan kawat bronjong untuk penanganan konservasi sipil teknis., 3) Pelaksanaan pembuatan dam penahan yang dilakukan oleh Komite Desa/KKTA meliputi : pembuatan kawat bronjong, pengadaan batu, dll, 4) Monitoring dan evaluasi konservasi sipil teknis.
Program ini memberikan manfaat bagi 1) meningkatnya kesadaran dan kepedulian pada penanganan erosi di lahan lahan milik, 2) kerjasama pengelolaan konservasi daerah sepadan sungai, 3) berfungsinya kelembagaan Kelompok Konservasi Tanah dan Air (KKTA) dalam penanganan erosi secara bersamasama.
Asykur Rifani dan Tyas Asmorowati (PERSEPSI) menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan peranserta PERSEPSI sebagai Sekretaris dan Perum Jasa Tirta I sebagai Anggota di Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) untuk wilayah DAS Solo Hulu. Sebagaimana diketahui, kerjasama ini berlangsung sejak tahun 2005 dan terus berkembang lintas tahun hingga hari ini.
Keteladanan masyarakat membenahi sumber bencana agaknya perlu dikembangkan PERSEPSI untuk menata ulang kelembagaan dan peranserta para pihak menjadikan Desa Gemawang sebagai model Desa Siaga Bencana, sekaligus pengembangan nilai nilai ekonomi apa dan peranserta seperti apa yang bisa dimainkan kelompok perempuan dalam kegiatan konservasi menuju pengembangan konservasi yang responsive gender.

PKLH- PPSDI-PERSEPSI

TENUN LURIK KLASIK BERSERTIFIKAT EKOLABEL PERTAMA DI INDONESIA

Tenun ini jenis tenun tradisional, diproses dengan Alat Tenun Bukan Mesin. Atas jerih payah dan perjuangannya menata sistem, akhirnya Kelompok Usaha Bersama (KUB) Lurik Klasik ini mendapat Sertifikat Pengelolaan Tenun Lurik ATBM Pewarna Alam Berkelanjutan untuk pertama kalinya di Indonesia.
Kelompok ini didampingi oleh Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI) melalui Program Pengembangan Usaha Lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Warna Alam Berbasis Sumberdaya Lokal Dalam Rangka Penguatan Ekonomi Perempuan berjalan dengan lancar. Pendampingan ini mengajak Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten dan juga Dompet Dhuafa.
Setelah diuji oleh Lembaga Sertifikasi Mutuagung Lestari, pada tanggal 2-4 Desember 2017 dengan menggunakan Metode Uji berikut SNI 08-0287-1996 atau EN/ISO 105-E 04: 2013 solution 11 dan 13 tentang prosedur pengujian celupan sesuai dengan TPT SNI 19-7188.4:2006 butir 7, maka dinyatakan bahwa KUB Lurik Klasik dari Desa Telingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Indonesia, adalah benar benar melakukan produksi tenun lurik klasik dengan pewarna alam.
Bertindak sebagai Lead Auditor adalah Ir. Tony Arifiarachman dan Anggota Tim Ir. Taufik Margani, setelah memeriksa sistem manajemen dan proses produksi di lapangan serta konsultasi dengan para pemangku kepentingan, akhirnya menetapkan KUB ini berhak memberikan tanda ekolabel pewarna alam pada produk yang dibuatnya, untuk jangka waktu 3 tahun, 8 Desember 2017 hingga 8 Desember 2020.
Tenun pewarna alam sangat bagus dan dianjurkan dipakai untuk dan demi alasan: 1) ramah lngkungan, 2) baik bagi kesehatan, 3) menggerakan ekonomi masyarakat desa, dan 4) mengembangkan budaya produksi secara berkelanjutan bagi produk produk tenun lurik tradisional.
Bagi yang berminat bisa menghubungi ARANA dengan mengunjungi http://www.persepsi-klaten.org

PPUKM – PPSDI PERSEPSI

GELIAT KELOMPOK PENENUN LURIK PEWARNA ALAM

Thema dan semangat kembali ke alam memang menggema di seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali di Klaten, Jawa Tengah. Usaha ini secara lokal lebih dikenal sebagai Lurik Pedan, atau Lurik Klaten. Sedangkan Pedan adalah nama kecamatan yang mengembangkan lurik ini, di berada di Kabupaten dari Klaten. Namun perkembangannya sangat pesat sehingga tenun lurik pun tidak hanya ada di pedan namun juga menyebar di kecamatan Bayat, Cawas dan Trucuk. Sekalipun penyebarannya sudah ke beberapa kecamatan, namun nama lurik tersebut masih dinamakan lurik Pedan karena tak lepas dari sejarah lurik pedan ini sejak zaman penjajahan dahulu.

Tahun 2017 PERSEPSI menggandeng kerjasama Dompet Dhuafa, untuk menyiapkan kelompok penenun lurik pewarna alam agar bisa menggeliat dan berkembang lagi di tengah gempuran kurik moderen yang menggunakan bahan dn pewarna sintetik. Tidak mudah di awal, tetapi akhirnya bisa diorganisir sebanyak 231 orang yang terbagi dalam 9 Kelompok dalam 3 forum, yang memproduksi untuk berbagai pesanan di dalam negeri termasuk untuk wilayah Klaten, Solo dan Yogyakarta.