• RUA 2019-PERSEPSI - di Grand Cokro Hotel-Klaten

logo-header

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial

(PERSEPSI)

w1

Bertumpu pada sumberdaya lokal

Mewujudkan tatanan masyarakat yang berkeadilan gender dan bertumpu pada sumberdaya lokal.
Selengkapnya
w1

Peran Masyarakat                  

Meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat sipil melalui pendidikan kritis dan advokasi.
Selengkapnya
w1

Kontrol Masyarakat                    

Meningkatkan akses dan kontrol masyarakat terhadap sumberdaya politik, ekonomi, lingkungan dan budaya.
Selengkapnya
w1

Pengelolaan Lingkungan Hidup

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Selengkapnya

Tentang Kami

 

 img_20161127_135109

 

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI) merupakan penjelmaan dari Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) cabang Klaten.

 

Selengkapnya

Berita Terbaru

TRANSFORMASI PERSEPSI 2021
(Klaten, PERSEPSI, 23/3/2021). Menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang peluang besar untuk 25 tahun ke depan, PERSEPSI melakukan transformasi kelembagaan dalam rangka meningkatkan kinerja layanan kepada publik, dari Badan Hukum Perhimpunan

Profil Kami

p1

 
p2

 
p3

 

Program

Keahlian

Kontak

 

Ada 3 program kegiatan yang dilakukan oleh PERSEPSI
1. Bidang Pertanian, Kehutanan Dan Lingkungan Hidup ( PKLH)
Merupakan program untuk menjawab tantangan  
2. Bidang Pemberdayaan...

 

 

PERSEPSI yang telah eksis sejak tahun 1979 atau sejak LP3ES memiliki Sumber Daya Manusia yang  berpengalaman dengan keahlian sbb :
1. Partisipatory Rural Appraisal (PRA)...

 

 

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI)
Jl. Klaten-Jatinom Km. 3 Kwaren, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah- Indonesia
Telp...

 

Selengkapnya

Selengkapnya

Selengkapnya

sfsd sdf sdghfsd  egew  ford sada sds UNDP_Nepal 

Berita Terbaru

TRANSFORMASI PERSEPSI 2021
(Klaten, PERSEPSI, 23/3/2021). Menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang peluang besar untuk 25 tahun ke depan, PERSEPSI melakukan

Fans Page

Pengunjung

Kontak Kami

PERSEPSI SIAPKAN WIRAUSAHA MUDA PETANI JAWA TIMUR

(Klaten, 4 Januai 2021) . Saat terjadi situasi kritis pada regenerasi petani, PERSEPSI gandeng Polbangtan melakukan kaderasi petani di 4 Kabpaten di Jawa Timur.

Mendasarkan pada data hampir 84% petani di Indonesia berusia lanjut sehingga diperlukan program Regenerasi Petani (Sensus Pertanian, 2013).  Terjadi penurunan jumlah petani tdari 39,7 juta pada ahun 2018 menjadi 33,48 juta orang petani tahun 2019. Maka diperlukan kebijakan spesifik mengenai program Regenerasi Petani utamanya terkait dengan pengembangan kewirausahaan muda dan kompetensi (keahlian) di bidang pertanian.

Telah dilakukan pelaksanaan PWMP (Program Wirausaha Muda Pertanian) merupakan program embrio untuk pengembangan kewirausahaan muda pertanian, dan ditindalanjuti dengan YESS sebagai program pengembangan kewirausahaan muda dan ketenagakerjaan di sektor pertanian yang pertama kali di dunia dan didanai oleh IFAD.

Program YESS (Youth Entrepreneurer Support System) di Propinsi Jawa Timur melibatkan banyak pihak salah satunya adalah para mobilizer yang keberadaannya perlu mendapatkan pelatihan awal agar lebih siap untuk menghadapi berbagai tantangan dan masalah di lapangan serta bekal dasar yang memadai dalam koordinasi dan tugas tugas lapangannya. Di samping para mobilizer, YESS juga melibatkan petugas dari DIT (Distruct Implementation team) dan DCT (District Communication Team) serta P4S.

Adapun  tujuan strategis dari program YESS adalah:

  1. Menghasilkan wirausaha muda perdesaan di bidang pertanian (job creator)
  2. Menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian (job seeker)

Dalam 3 bulan terakhir 2020, telah dilakukan seleksi ,penetapan SPK, dan pelatihan bagi 16 peserta yang lolos. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 22-23 dan 23-24 November 2020, di 2 region, yakni Region I, peserta dari Kabupaten Malang di Amaris Hotel Kota Malang, dan Region II untuk peserta dari Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Pacitam, di Hotel Prasasti Pacitan. Pelatihan diampu oleh Tim Pelatih PERSEPSI dengan narasumber dari Politeknik Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (Polbangtang) di Malang.

Pada Minggu ke- 2 dan ke-3 Desember 2020, telah dilakukan momitoring untuk menilai capaian kegiatan dan kinerja para mobilizer yang direkrut PERSEPSI di 4 kabupaten tersebut. Lompatan progresif ini, menjadi langkah baru PERSEPSI untuk menggeluti kembali isu isu pertanian dalam tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan serta regenerasi petani yang kritis sekarang ini.

(PPSJI/TW)

TRANSFORMASI PERSEPSI 2021

(Klaten, PERSEPSI, 23/3/2021). Menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang peluang besar untuk 25 tahun ke depan, PERSEPSI melakukan transformasi kelembagaan dalam rangka meningkatkan kinerja layanan kepada publik, dari Badan Hukum Perhimpunan ke Yayasan.

Rapat Umum Anggota (RUA) ke-18 di Hotel Grand Cokro, Klaten, pada tahun 2019 mengamanahkan pada Badan Pengurus dan Badan Pengawas terpilih untuk melakukan perubahan tata kelembagaan yang memungkinkan PERSEPSI lebih lincah dalam mengambil keputusan dan memperluas jaringan kerjasama untuk pengembangan social entrepreneurship.

Menyikapi hal itu, maka secara perlahan tetapi pasti PERSEPSI sedang melakukan transformasi kelembagaan hingga tanggal 26 Juni 2021. Setelah tanggal tersebut, semua manajemen dan operasional akan bekerja dalam pola organisasi yayasan.

Untuk kepentingan itu, sejumlah tokoh didaulat anggota untuk menjadi Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Badan Pengurus, dan Badan Pelaksana. Dewan Pembina diketua oleh Prof. Dr. Musa Asy’ari, Prof. Dr. Moechtar Mas’oed, dan Dr. Erfan Maryono.

Kehadiran para pakar diharapkan bisa menjadi daya dorong baru bagi reposisioning peran efektif PERSEPSi dalam percaturan perubahan kebijakan, pengembangan keunggulan riset dan pengembangan, serta pemodelan kemitraan usaha kecil mikro, dan juga kelestarian sumbedaya alam, dan pemberdayaan kaum perempuan, dan wirausaha pertaninan di era milenial.

PERSEPSI DITANTANG E-COMMERCE KELOMPOK PEREMPUAN USAHA KECIL MIKRO

(Klaten, 6/8/2020). Akhir 2019 -2020, menjadi lompatan baru dalam pengembangan program PERSEPSI. Bermitra dengan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Assosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK), PERSEPSI menapaki jalan baru dalam pendampingan untuk pengembangan jalur pemasaranan prodik kelompok perempuan usaha kecil mikro.

Jika selama ini pemasaran produk kelompok perempuan usaha kecil mikro dilakukan di pasar pasar pasar tradisional maupun dengan dijajakan dari rumah ke rumah, maka di masa pandemi Covid 19, pemasaran dilakukan secara online. Kerjasama untuk Program Peningkatan Ekonomi Lokal dan Pengembangan Produk Unggulan Perempuan Yang Berkelanjutan Melalui E-Commerce di Wilayah Provinsi Jawa Tengah mengambil lokasi di Kabupaten Wonogiri,Klaten, Sukoharjo, Surakarta dan Rembang. Program ini dipimpin oleh Artati Tyas Asmorowati, dengan Tenaga Pendamping Lapang Ika Milawati(Wonogiri Timur dan Klaten), Sukini (Wonogiri Selatan dan Barat), Retno Damayanti (Rembang), Nur Halimah (Administrasi dan Keuangan). Sedangkan untuk wilayah Sukoharjo dan Surakarta diampu langsung oleh Koordinator Program.

Program ini ditargetkan bisa menjangkau 3 provinsi yaitu Jawa Barat dengan target peserta sebanyak 791 orang, Jawa Tengah dengan Target Peserta 512 orang, dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 890 orang. Tujuan dari program ini adalah adanya peningkatan pendapatan kelompok perempuan usaha kecil dan difable melalui jalur penjualan e-commerce, yakni penjualan secara online. Untuk kepentingan itu, PERSEPSI menggandeng Tokopedia.

“Keluaran diharapkan dari program ini  secara nasional adalah: 1) Sebanyak 2115 kelompok perempuan usaha kecil  terlatih dalam tata cara permasaran secara online dan  2) sejumlah 750 kelompok perempuan usaha kecil mendapatkan pendampingan, dan diharapkan dapat meningkatkan penjulaan produk dan 3) sebanyak 75 kelompok usaha difable mendapatkan pendampingan, dan diharapkan dapat meningkatkan penjulaan produk melalui e-commerce” kata Tri Yuli Umiyati, SP, Wadir Permberdayaan Perempuan dan Usaha Kecil Mikro (PP UKM) PERSEPSI dalam kesempatan hadir pada acara pelatihan di Desa Pulutan Wetan, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri. Pembukaan dilakukan oleh Sekretaris Desa ini pada Juli 2020.

Konfirmasi kepada Koordinator Program ini, Artati Tyas Asmorowati, S.Hut, “Kemajuan yang menjadi beban tanggungjawab PERSEPSI yang sudah dicapai Kooridnator Program berupa a) terkumpul 474 data tentang perempuan usaha kecil mikro yang tersebar di Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Surakarta, Klaten dan Rembang, dan 465 diantaranya sudah dilatih bagaimana membuka toko secara online;  b) terkumpul data dan  terlatih 38 difable pelaku usaha kecil mikro yang berada di Kabupaten Klaten,   c) sejumlah 465 perempuan usaha kecil mikro telah mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi Tokopedia (e-commarce), d) Sebanyak 38 difable telah mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi Tokopedia (e-commarce)  berupa pelatihan meliputi membuka akun pribadi, membuat toko online, mengupload produk, serta tips dalam melakukan penjualan secara online” katanya di sela sela merekap kegiatan lapangan”dengan demikian masih tersisa 9 orang yang belum dilatih karena belum memungkinkan dilakukannya tatap muka karena mereka berada dalam Zona Merah dalam wabah pandemic Covid 19, yakni Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta”, tambahnya.

“Pelatihan ini dikawal bersama oleh Wadir PPUKM, PKLH dan PPSJI, SDM PA untuk memastikan bahwa produk produk olahan hasil pertanian, kelompok usaha kecil , dan proses pelatihan terkelola secara baik serta peningkatan SDM staff, untuk mencapai target dan membawa perubahan bagi inovasi program PERSEPSI” kata Yanti Susanti S.Ag, saat dikonfirmasi tentang program ini.

(ppsji/tw/ag’20)

GERAKAN MILLENIAL INDONESIA BANGKIT AJAK PERSEPSI MELAKUKAN PEMBASISAN

(Wonogiri, 26 Maret 2020). Ketua Umum Gerakan Millenial Indonesia Bangkit, Wisnubroto, mengajak PERSEPSI untuk melakukan pemodelan pembasisan gerakan ini, dengan mengambil lokasi pilot project di Wonogiri. Gerakan dengan kelompok sasaran kaum millenial dan memadukan dengan kaum tradisional, dirancang untuk menggarakan 4 pekerjaan pembasisan gerakan ini sebagai berikut. Ada 4 pekerjaan yang dimintakan kepada Persepsi:1) konseptor model pengorganisasian penanaman pohon sengon solomon dan  balsa oleh kelompok milineal, 2) konseptor pembentukan Koperasi Kelompok Milenial,3) pengorganisasian usahatani dan wanatani berkelanjutan oleh kelompok milenial, dan 4) pembentukan kelompok untuk mengakses Perhutnan Sosial di Pulau Jawa.

Melalui diskusi bersama antara Ketua Umum Gerakan ini dan PERSEPSI (Teguh Suprapto dan Taryanto Wijya) di Giriwoyo, pada Minggu, 22 Maret 2020, bersepakat untuk menentukan pemodelan gerakan ini dan akan diawali dengan gerakan penanaman 4000 batang tanaman Balsa dan Sengon Solomon, dengan lokasi percontohan di Desa Ngunggahan, Eromoko , Sub DAS Ngunggahan, Kabupaten Wonogiri. Penanaman perdana akan dilakukan oleh 1502 kaum millenial Wonogiri, pada awal April 2020. Gerakan ini juga didukung oleh Markas Komando Militer (Makorem) Surakarta, Kodim Wonogiri, dan Koramil setempat, yang siap dengan dukungan mobilitas pasukan untuk penyiapan, pelaksanaan, dan pengawasan serta pengamanan bersama kaum milenial dan tindaklanjutya.

“Tentara kita libatkan, karena sudah diinstruksikan oleh PANGAB bahwa tentara ke depan juga akan menjadi pasukan ekonomi” tandas Wisnubroto di Pondok Kayu tempat Presiden Soerharto meresmikan waduk di Wonogiri, tahun 1982 lalu.

PERSEPSI menyahuti hal ini sebagaimana pengalamannya menyiapkan pemodelan untuk Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) serta Sertifkakasi Pengelolaan Hutan Lestari,dan juga pengalaman panjangnya menggarakan program pertanian seperti Pengembangan Usahatani Lahan Kering (PULK) dan Pemberdayaan Ekonomi Pertanian Berkelankutan (PEPB) kerjasama antara PERSEPSI dengan Lembaga Flamish Organization on Development Organization (FADO-Veco) Belgia, 1994-2001.

(ppsji-tw)

 

WWF GANDENG PERSEPSI UNTUK KERJASAMA DENGAN OTORITAS JASA KEUANGAN

(Wonogiri, 26/3/2020). Diskusi pendahuluan digelar PERSEPSI dan World Wild Fund for Nature (WWF) di Kantor Wonogiri, Jumat 13 Maret 2020. Hadir pada acara ini Bp Joko Sarjito dari WWF Indonesia, dan Edhy Supriyanto (Wadir PKLH), Taryanto Wijaya  (Wadir PPSJI), dan Nur Halimah (Manajer Kantor Wonogiri). Diskusi membahas latar belakang maksud dan tujuan serta area terpilih untuk usulan program yang hendak diusulkan. Dikusi menyepakati usulan teman program seputar “Implementation on Sustainable Financing for Improving the Non Forest Timber Product” untuk bisa disiapkan oleh PERSEPSI dan akan dipresentasikan WWF di hadapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat di Jakarta ada 30-31 Maret 2020.

OJK sedang menyiapkan Panduan untuk Pemberdayaan UMKM oleh Lembaga Keuangan, yang akan diadosi oleh semua bank Pemerintah, dan membutuhkan pemodelan pelaksanaan di lapangan. Usulan program ini dalam rangka pelaksanaan Panduan tersebut sebelum diluncurkan ke Lembaga Keuangan. Program ini dilakukan OJK dan WWF di Jawa, Sumatra dan Kalimantan untuk bisa menangkap keragaman tanggapan atas kesulitan pelaksanaan Panduan tersebut.

Sebagai awalan, PERSEPSI mengusulkan pelaksanaan Panduan tersebut pada Pengembangan Pemasaran Produk Hasil Hutan Bukan Kayu dari wilayah Jawa Timur (Ponorogo) dan Jawa Tengah (Wonogiri), dengan skala prioritas dari Jawa Timur. Wadir PKLH mengawal kerjasama ini hingga terjadinya kesepakatan kerjasama dengan OJK dan atau WWF Indonesia pada semester I 2020.

(ppsji-tw)

PERSEPSI BERPARTISIPASI ATASI PENYEBARAN COVID 19 DENGAN LOCKDOWN

(Klaten, 23 Maret 2020). Menyikapi perkembangan di lapangan dan juga ketentuan dari Pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia, PERSEPSI melakukan evaluasi mendalam atas keselamatan dan kesehatan manajemen dan staff yang ada. Manajemen telah berkonsultasi dengan Badan Pengurus dan telah disetujui oleh Pengawas, bahwa PERSEPSI perlu mengambil langkah langkah penyelamatan dan bentuk partisipasi dalam penyebaran Virus Corona (Covid 19). Untuk itu, Direktur telah memaklumatkan untuk menghentikan kegiatan di lapangan ,dan memerintahkan semua jajaran manajemen dan staff untuk bekerja dari rumah (Work From Home), mulai 24 -29 Maret 2020. Kebijakan ini akan ditinjau kembali setelah dilakukan evaluasi mendalam pada akhir Maret 2020. 

Sebagaimana diketahui, PERSEPSI bekerja pada daerah daerah dengan tingkat penyebaran virus corona yang tinggi di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur,  Sumatra dan Kalimantan, serta Maluku dan Papua, dengan tradisi masyarakatnya yang dinamis dalam hilir mudik merantau dan kegotongroyongan sosial yang tinggi, yang terkadang melonggarkan aspek aspek keselamatan orang banyak atas nama “rukun”. Dalam masa ini maka kondisi kantor mengalami penyeterilan dengan pengepelan menggunakan desinfectan setiap hari, dan staff diharuskan memakai masker dan pembersih tangan (hand sanitizer), saat masuk dan pulang kerja, sejak 16 sd 23 Maret, dan bekerja dari rumah sejak 24 -29 Maret. Hubungan dengan para mitra tetap berjalan dengan melalui daring (online communication). Jika kondisi mendekati normal maka kebijakan ini akan ditinjau kembali. Bagi para pihak yang memiliki kepentingan dengan PERSEPSI bisa menghubungi via emal:  persepsi@indo.net.id

(ppsji-tw)

PERSEPSI DAN SEMANGAT PROGRAM UNGGULAN 2020

(Klaten, 18/1/2020). Sebagai NGO hidup dan berkembangnya tergantung kemampuannya untuk menajamkan visi dan adaptasinya dengan tuntutan perubahan, serta semangat mengembangkan inovasi. Hal itu mengemuka pada Rapat Bersama antra Dewan Pengurus dan Badan Pelaksana PERSEPSI, pada Sabtu, 18 Januari 2020, di Markas Besar PERSEPSI di Klaten.

Rapat membahas 3 agenda utama yakni : 1) Penyampaian Kebijakan Dewan Pengurus, 2) Perkembangan Progra dan Capaian Keuangan Tahun 201, dan  3) RencanaProgram danKeuangan 2020. Rapat dihadiri  DewanPengurus terdiri dari 1) Farida Hayati , 2) 2) Teguh Suprato, 3)  Nuryahya 4). Syaroni, 5)  Abu Muchsin. Sedangkan dari jajaran Badan Pelaksana hadir 1)  Yanti Susanti 2) EdhySupriyanto, 3)  Tri YuliUmiyati 4) .Taryanto Wijaya, 5) Nasrah 6) AnisRachmawati. 

Rapat memaknai bersama pergeseran dari peran kelembagaan PERSEPSI sebagai pengembang masyarakat (community development) ke berusahaan bersama rakyat yang didampingi (social entrepreneur) dalam program program yang unggulan yang dikembangkan pada tahun 2020. Hingga berita ini diturunkan sedang terjadi proses penyiapkan kelembagaan yayasan perseroan terbatas yang efektif untuk meraih peluang peluang baru ke depan.

Perubahan  ini merupakan konsekuensi dari amanah Rapat Umum Aggota tahun 2019 yang memandatkan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas untuk menyiapkan peralihan tata kelola kelembagaan yang bisa mengokohkan peran kelembagaan PERSEPSI dalam era milenial yang ditandai oleh pembudayaan penggunaan informasi teknologi,  kemitraan usaha bersama, dan jaringan keahlian yang terhubung dan termanfaatkan dengan para pemangku kepentingan lain.

Semangat inovasi baru dan social enterpreneur menjadi spirit (ruh) yang menyemengati program unggulan 2020 baik yang sifatnya pengembangan atas program lama, penciptaan program baru, maupun hasil berjejaring dengan para pemangku kepentingan yang selama ini kurang tergarap secara baik. Rapat juga merekomendasikan untuk memperkuat posisi tawar kerjasama dengan para lembaga pendukung program baik dari swasta, maupun pemerintah, dengan menyiapkan kondisi kondisi pemungkin untuk meraih peluang peluang baru tahun 2020 oleh Badan Pelaksana.

 

 

TANTANGAN KEMITRAAN DALAM PENYIAPAN LEGALITAS KAYU RAKYAT WONOGIRI

(Wonogiri, 18 Desember 2019, PERSEPSI).  Pencabutan kewenangan pemerintah kabupaten dalam penanganan hutan rakyat dan penyerahannya kepada Dinas Kehutanan Propinsi membawa dampak serius bagi PERSEPSI.  Proses itu membutuhkan waktu 2 tahun untuk penataan internal mereka.  Kemitraan dengan propinsi  Jawa Timur relative bisa terjaga dengan adanya Kantor Cabang Dinas yang relative mudah dilacak.

Berbeda dengan di Jawa Tengah, Kantor Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah XI yang membawahi Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Sukoharjo sempat jeda untuk beberapa lama untuk bisa melakukan kontak dan kerjasama kemitraan dengan PERSEPSI hingga akhir tahun 2019. Hal ini terkendala oleh tidak memadainya PERSEPSI sebagai Badan Hukum yang memenuhi syarat untuk melakukan kontrak pekerjaan melalui proses tender bagi proyek proyek Pemerintah.

Tahun 2019, Edy Supriyanto, selaku Wadir Bidang Program Pertanian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (PKLH) PERSEPSI mengambil prakarsa untuk belajar kemitraan ini dengan menggandeng CV Insanika dari Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur, yang telah berpengalaman dalam 5 tahun berhubungan dengan proyek proyek Pemerintah di berbagai propinsi di Jawa.

Kemitraan penyiapan untuk legalitas kayu rakyat mengambil lokasi di Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.  Program yang hanya berlangsung selama 3 bulan  di akhir 2019, telah berhasil dalam menyiapkan 3 hal penting yakni 1) kelembagaan Unit Manajemenn Hutan Rakyat untuk penilaian legalitas kayu, 2) penyiapan dokumen pengajuan sertifikasi verifikasi legalitas kayu SVLK untuk diajukan ke lembaga verifikasi legalitas kayu (LVLK) sebagai penilaian independen, 3) hasil penilaian sendiri (internal audit) sebagai gambaran kesiapan unit manajemen dalam meraih sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (VLK) yang nantinya ditunjukan dengan logo V Legal.

Kelompok Tani Hutan (KTH) Tirtosari II yang memiliki badan hukum koperasi, akan betindak sebagai Unit Manajemen yang diaudit oleh LVLK.  Luas areal yang akan diajukan untuk VLK ini seluas 393,65 hektar, yang dimiliki 670 KK, di 4 dusun yang ada, yakni Bakalan 68.82 hektar, 68 KK), Bendo (143 ha, 199 KK), Belik Jaten 47,88 ha, 149 KK), dan Wot Galih (133 ha, 154 KK). Koperasi tercatat No. 63 pada Notaris Budi Rihatini SH, tertanggal 24 Juli 2015. 

Sertifikasi  SVLK bagi hutan rakyat sifatnya adalah mandatory (wajib) sesuai dengan Peraturan Menteri LHK Nomor P.30/MENLHK/Setjen/PHPL.3/2016 tentang  Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Peraturan Direktur Jendral (Perdirjen) No, P.14/PHPL/SET/4/2016 tentang Standar Penilaian Kinerja Hutan Produksi Lestari PHL) dan Verifikasi Legalitas Kayu (VLK) .

Pengalaman kemitraan ini telah membantu mendorong perubahan internal di PERSEPSI untuk bisa memiliki unit badan hukum yang memiliki legalitas memadai untuk bisa melakukan peraihan pekerjaan serupa langsung dengan CDK CDK yang ada di Indonesia, secara mandiri.  Keputusan Rapat Umum Anggota (RUA) tahun 2019 telah mengakomodasi kebutuhan itu.

KTH Tirtosari II Desa Bakalan siap maju untuk penilaian sertifikasi VLK tahun 2020 menunggu fasilitasi dari CDK Wilayah XI tahun depan. Kemitraan PERSEPSI dengan CV Insanika menjadi titik lanjut  pemodelan kerjasama serupa secara lebih taktis dan luas dengan wadah baru yang dikembangkan PERSEPSI. Memang menjadi ironi besar ketika NGO sekelas PERSEPSI tidak bisa meraih pekerjaan menyiapkan verifikasi legalitas kayu rakyat secara langsung dengan pemerintah. (tw-ppsji)

MENGGAGAS DAN MENYIAPKAN KULIAH FILSAFAT BAGI AKTIFIS

oleh: Taryanto Wijaya

 Mungkin terasa aneh bagi sebagian kalangan ketika para aktifis harus kuliah filsafat. Tetapi ini adalah sesuatu yang mungkin dan sumberdayanya ada.  Bagaimana seorang aktifis secara sendiri dan bersama akan bisa melakukan perubahan secara mendasar, konseptual dan berkelanjutan jika tidak ada kerangka berpikir kritis pada pengelolaan proyek atau programnya. 

Berpikir kritis adalah buah dari tradisi filsafat. Karena dengan berpikir kritis para aktifis tidak akan terjebak pada apa yang tampak di dataran permukaan, tetapi tajam menghunjam sampai ke akar persoalan (root cause). Solusi yangulan tepat hanya bisa diambil ketika seseorang atau sebuah tim kerja bisa berpikir kritis dan bertindak seksama melalui berpikir runtut, sistematik, obyektif dan mendalam serta menyeluruh. Kemampuan demikian diperoleh melalui keterlibatan dan perkualiahan maupun tradisi dialektika dalam organisasi.

Adanya sejumlah ahli di PERSEPSI, sesuatu yang mungkin didayagunakan oleh bagian pengembangan SDM untuk mendukung penyiapan kemampuan baru pada SDM yang ada guna menghadapi tantangan dan perubahan pada 3 tahun mendatang. Forum diskusi mingguan atau bulanan bisa menjadi ajang untuk membahas penugasan penugasan dari pembimbing, sedangkan proses kelas dilakukan secara online pada waktu yang ditentukan atau melalui akses ke website tertentu. 

Ini karena perubabahan dinamika yang ada tidak cukup dihadapi dengan kerangka berpikir dan bersikap yang dibangun pada era 1990an, dan membutuhkan pembaharuan pembaharuan tertentu untuk meningkatkan pengetahuan (know what), kemampuan (know how), dan peningkatan daya (ability dan capability) yang lebih menjawab tantangan.

KRISTALISASI PROGRAM PERSEPSI 2019

(Wonogiri, 17 Desember 2019, PERSEPSI).  Tahun 2019 secara organisasi, PERSEPSI menunjukan dinamika internal yang tajam. Beragam program, kritik, saran, dan keputusan baru dibuat dalam Rapat Umum Anggota untuk menata program kerja 2020-2022. 

Betapa tidak. Tiga lapis penggiat organisasi ini bergerak bersama. Pada lapis pertama, tim lapangan di samping mengusung program program lanjutan seperti sertifikasi pengelolaan hutan rakyat lestari, konservasi tanah dan air, legalitas kayu rakyat, pendampingan usha kecil mikro, dan pendampingan petani garam lokal, menyita banyak tenaga dan waktu, terkait dengan target dan tata waktu yang telah dietapkan. PT Social Business Inonesia (SOBI), Perum Jasa Tirta I, WWF Indonesia-IKEA, dan Dinas Kehutanan Propinsi menjadi mitra penting dalam kerjasama tersebut.

Sedangkan di lapis kedua, di jajaran manajemen menorehkan program dan rambahan lahan baru yang menantang yakni dari segi merintis usaha baru berbasis sumberdaya lokal kelompok kelompok dampingan dan kemitraan dengan para pihak. Pada lapis ini, ditemput kemitraan dengan masyarakat pada upaya penyadapan dan tata niaga getah pinus rakyat di Kabupaten Wonogiri dan Pacitan, serta Pemasaran Tenun Lurik Pewarna Alam di Cawas Klaten, Program Inovasi Kabupaten (Wonogiri, Klaten, Bantul dan Kulonprogo) menjadi arena menguji konsep dan strategi program dimana PERSEPSI mendapatkan bagian dari keuntungan usaha berbanding dengan jumlah produk terjual, menjadi gegap gempita baru.

Sementara itu, pergeseran konstelasi sosial, politik dan ekonomi bisnis di Kabupaten Klaten, telah mendoring PERSEPSI diminta masuk untuk melakukan evaluasi Indeks Kepuasan Masyarakat, serta Pengembangan Kelembagaan Usaha masyarakat pada desa desa di sekitar pabrik minuman dalam kemasan Aqua yang diproduksi oleh PT Tirta Investaama. Pada sektor ini mengharuskan PERSEPSI diminta mengevaluasi kinerja teman teman LSM sejawat yang telah menjai Mitra Pelaksana PT TIV untuk bidang pengembangan pertanian berkelanjutan, pengembangan ekonomi masyarakat, pengembangan ekowisata berbasis konservasi DAS.

Sedangkan pada level ketiga, para pengurus dan pengawas PERSEPSI di jajaran pengurus dan pengawas melakukan langkah langkah strategis menindaklanjuti keputusan Rapat Umum Anggota untuk bisa menyiapkan tata kelembagaan yang bisa lebih adaptif terhadap perubahan dan tuntutan dinamika kekinian dan depan. Kebutuhan untuk adanya sebuah foundation yang bisa lebih leluasa untuk bersinergi dengan tanggungjawab sosial perusahaan, dan juga kebutuhan adanya unit bisnis mandiri yang bisa menyahuti hasil hasil pendampingan dan tawaran tawaran kemitraan usaha menjadi keniscayaan untuk bisa eksis kini dan ke depan.

Tentu saja kemampuan sumberdaya manusia yang lebih baik dan dukungan informasi dan teknologi menjadi penyangga penting untuk upaya membuka jalan baru ke depan pasca 2019 yang segera berakhir. Tahun 2019 telah mengristalkan pemahaman penting untuk adanya penafsiran baru atas dogma nir laba (non profit ), non partisan (tidak memihak pandangan politik tertentu), dan hadir di masyarakat selalu membawa “proyek”. Kini proyek atau program hadir dan dibiayai dari sumberdaya di lapangan dimana PERSEPSI hadir dan berada. Tidak mudah, tetapi memang harus dijalani. (tw-ppsji)

 

1 2 3 5