• RUA PERSEPSI
    Klaten

logo-header

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial

(PERSEPSI)

w1

Bertumpu pada sumberdaya lokal

Mewujudkan tatanan masyarakat yang berkeadilan gender dan bertumpu pada sumberdaya lokal.
Selengkapnya
w1

Peran Masyarakat                  

Meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat sipil melalui pendidikan kritis dan advokasi.
Selengkapnya
w1

Kontrol Masyarakat                    

Meningkatkan akses dan kontrol masyarakat terhadap sumberdaya politik, ekonomi, lingkungan dan budaya.
Selengkapnya
w1

Pengelolaan Lingkungan Hidup

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Selengkapnya

Tentang Kami

 

 img_20161127_135109

 

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI) merupakan penjelmaan dari Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) cabang Klaten.

 

Selengkapnya

Berita Terbaru

KREATIF BERTAHAN DALAM HEMPASAN
(Klaten, 18 Agustus 2022). Dampak Covid 19 hingga semester I Tahun 2022 masih terasa. Tetapi kreatifitas bertahan menjadi strategi yang diambil PERSEPSI dalam menghadapi hempasan krisis dan dampak pendemi ini

Profil Kami

p1

 
p2

 
p3

 

Program

Keahlian

Kontak

 

Ada 3 program kegiatan yang dilakukan oleh PERSEPSI
1. Bidang Pertanian, Kehutanan Dan Lingkungan Hidup ( PKLH)
Merupakan program untuk menjawab tantangan  
2. Bidang Pemberdayaan...

 

 

PERSEPSI yang telah eksis sejak tahun 1979 atau sejak LP3ES memiliki Sumber Daya Manusia yang  berpengalaman dengan keahlian sbb :
1. Partisipatory Rural Appraisal (PRA)...

 

 

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI)
Jl. Klaten-Jatinom Km. 3 Kwaren, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah- Indonesia
Telp...

 

Selengkapnya

Selengkapnya

Selengkapnya

sfsd sdf sdghfsd  egew  ford sada sds UNDP_Nepal 

Berita Terbaru

Fans Page

Pengunjung

Kontak Kami

KREATIF BERTAHAN DALAM HEMPASAN

(Klaten, 18 Agustus 2022). Dampak Covid 19 hingga semester I Tahun 2022 masih terasa. Tetapi kreatifitas bertahan menjadi strategi yang diambil PERSEPSI dalam menghadapi hempasan krisis dan dampak pendemi ini untuk bisa lolos dari jebakan.

Program program besar dengan skala yang luas seperti pengembangan petani millenial di 4 Kabupaten di Jawa Timur dengan IFAD, Penyiapan Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari di Jawa dan Luar Jawa PT Kendi Asia, Pemanenan Lokal Bijak Garam di Rembang-ASPPUK Hivos, dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa di Klaten dengan PT TIV Klaten, serta Pemasaran Digital UMKM dengan CTIF-MDF Asia bisa terselenggara dengan capaian program baik. Tentu ini berkat kecermatan tim kerja masing masing proyek dan juga koordinasi bidang terkait dan arahan manajemen yang ketat dengan tetap membuka ruang untuk kreatifitas.

Meski dihantam hempasan, namun agenda agenda strategis lembaga juga tetap berlangsung sebagaimana diagendakan. Terlebih terkait dengan perubahan bentuk dan tata kelola kelembagaan ( institutional transformation) berjalan dalan jalur hingga penenetuannya pada Rapat Umum Anggota (RUA) PERSEPSI yang akan dilakukan pada 24 September 2022.

PERSEPSI-MDF BELANDA: TOT PEMASARAN ONLINE UNTUK PUK

(Klaten,27/9/2021. PERSEPSI). Dampak pandemi telah meremuk sendi pemasaran PUK secara luring (offline), dan menuntut pengembangan pemasaran secara daring (online). Menjawab hal itu, maka PERSEPSI menggandeng MDF (Management Development Facilities) Training and Consulting Belanda menyelenggarakan bersama Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainers), pada 27 September-1 Oktober 2021, di Aula PERSEPSI.

Bertindak sebagai peserta 20 orang perwakilan darI PERSEPS(4), ASPPUK Wilayah Jawa (1), Koperasi Mitra Sejahtera – Klaten (4), Koperasi Setara-Klaten (1) , Koperasi Agro Niaga Jaya -Wonogiri (2), Koperasi Permata-Wonogiri (1) Koperasi Sari Makmur – Rembang (1), Koperasi Sari Makmur Rembang , KPUK Gangsar Jaya – Rembang (1), KPUK Setyo Manunggal (1) , KPUK Astagina (1), KPUK Mekar Jaya -Klaten(1) KPUK Makmur Jaya (1), KPUK lainnya.

Para peserta ToT ini kemudian menjalani uji kompetensi di 3 wilayah terpilih untuk pelatihan secara offline di Wonogiri, Klaten dan Wonosobo. Selanjutnya, para trainee dari ToT ini menjalani peran sebagai co-trainer (magang fasilitasi training) kepada MDF untuk pelatihan secara online yang diperuntukan bagi PUK di Kabupaten Klaten, Wonosobo, Sukoharjo, Sragen, Surakarta, dan Rembang, selama bulan Oktober 2021- Februari 2022 secara bergantian.

Untuk kemudian pengorgansisasian, pelatihan dibagi dalam 2 paket, yakni Paket 1 dan Paket 2. Paket 1 membahas tentang Perempuan Wirausaha dan Bisnis Ramah Lingkungan; Paket 2 membahas tentang Membuka dan Mengelola Toko Online, dan Strategi Digital Marketing.

Program ini merupakan upaya peningkatan kapasitas PERSEPSI dalam penyelenggaraan dan pengembangan pelatihan secara online bagi kelompok kelompok masyarakat yang dilayaninya.

TRANSFORMASI PERSEPSI 2021

(Klaten, PERSEPSI, 23/3/2021). Menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang peluang besar untuk 25 tahun ke depan, PERSEPSI melakukan transformasi kelembagaan dalam rangka meningkatkan kinerja layanan kepada publik, dari Badan Hukum Perhimpunan ke Yayasan.

Rapat Umum Anggota (RUA) ke-18 di Hotel Grand Cokro, Klaten, pada tahun 2019 mengamanahkan pada Badan Pengurus dan Badan Pengawas terpilih untuk melakukan perubahan tata kelembagaan yang memungkinkan PERSEPSI lebih lincah dalam mengambil keputusan dan memperluas jaringan kerjasama untuk pengembangan social entrepreneurship.

Menyikapi hal itu, maka secara perlahan tetapi pasti PERSEPSI sedang melakukan transformasi kelembagaan hingga tanggal 26 Juni 2021. Setelah tanggal tersebut, semua manajemen dan operasional akan bekerja dalam pola organisasi yayasan.

Untuk kepentingan itu, sejumlah tokoh didaulat anggota untuk menjadi Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Badan Pengurus, dan Badan Pelaksana. Dewan Pembina diketua oleh Prof. Dr. Musa Asy’ari, Prof. Dr. Moechtar Mas’oed, dan Dr. Erfan Maryono.

Kehadiran para pakar diharapkan bisa menjadi daya dorong baru bagi reposisioning peran efektif PERSEPSi dalam percaturan perubahan kebijakan, pengembangan keunggulan riset dan pengembangan, serta pemodelan kemitraan usaha kecil mikro, dan juga kelestarian sumbedaya alam, dan pemberdayaan kaum perempuan, dan wirausaha pertaninan di era milenial.

PERSEPSI DAN TANTANGAN SADAP GETAH PINUS RAKYAT

Wonogiri, 26//2018/PERSEPSI. Hasil hutan kayu sudah banyak didengar. Tetapi hasil hutan bukan kayu belum banyak digarap sebagai isu program yang seksis dan memberi daya dukung bagi pembiayaan operasional PERSEPSI.

Perbincangan dengan sejumlah eks staff Timber Forest Trust, saat bertemu di Jakarta maupun pembicaraan lewat telepon, akhirnya ditindaklanjuti dengan pembicaraan yang lebih operasional menjadi program berbasis dorongan pasar. Getah pinus hutan rakyat menjadi inti pembicaraan antara Tim PERSEPSI dan eks staff TFT sebagai perpanjangan dari kelompok pembeli (Buyer Group). Pembicaraan di Wonogiri pada awal Juli 2018, yang merekomendasikan adanya study mikro atas wilayah pasokan getah pinus dilakukan di Ponorogo dan Pacitan. Walhasil, hasil studi ini diminat kelompok pembeli, dan dijajagi untuk bisa menjadi program bersama dengan buyer group pada hari Minggu 5 Agustus 2018 di Fave Hotel Jl Colomoadu Solo, jam 10.00-12.00.

Akan hadir dalam diskusi tersebut dari PERSEPSI diwakili oleh Yanti Susanti (Direktur), Taryanto Wijaya (Wadir PPSDI), Edhy Supriyanto (Wadir PKLH), dan Tri Yuli Umiyati (Wadir PPUKM). Business Meeting tersebut bertujuan untuk menyekati platform bersama dan pembagian peran dalam pengelolaan dan pemasaran hasil hutan bukan kayu berupa getah pinus rakyat dari sejumlah daerah yang didampingi oleh PERSEPSI. Kabupaten Ponorogo, Pacitan, Tulungagung, dan Wonosobo, menjadi lokus yang ditawarkan untuk kerjasama jangka panjang dengan perusahaan pengolah getah pinus rakyat.

ppsdi tw

LIBUR DAN CUTI TAHUNAN PERSEPSI 2018

Klaten, 21 Mei 2018. Sebagai upaya memberi kesempatan kepada staff untuk  behariraya dan mengambil cuti tahunan, maka PERSEPSI akan melakukan libur kegiatan lapangan selama masa lebaran 1439 H.

Sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Direktur PERSEPSI, bernomor 03/PERSEPSI-i/05-2018 tertanggal 21 Mei 2018, libur staff dilakukan mulai Rabu 13 Juni 2018 sampai dengan Jumat 22 Juni 2018. Kegiatan operasional dilakukan kembali mulai Senin tanggal 25 Juni 2018 setelah acara Halal Bil Halal di Kantor Klaten.

Pelayanan  kepada para pihak selama masa liburan bisa dilakukan melalui email persepsi@indo.net.id. Sedangkan konfirmasi dan informasi dengan manajemen bisa dilakukan melalui nomor WhatsApp Direktur dan Wakil Direktur.

PERSEPSI menyampaikan selamat berhari raya Idul Fitri 1439 H, semoga amal kita diterima oleh Alloh SWT, dan kerjasama kita berlanjut untuk masa masa selanjutnya.

ppsdi-admin

 

 

 

TENUN LURIK KLASIK BERSERTIFIKAT EKOLABEL PERTAMA DI INDONESIA

Tenun ini jenis tenun tradisional, diproses dengan Alat Tenun Bukan Mesin. Atas jerih payah dan perjuangannya menata sistem, akhirnya Kelompok Usaha Bersama (KUB) Lurik Klasik ini mendapat Sertifikat Pengelolaan Tenun Lurik ATBM Pewarna Alam Berkelanjutan untuk pertama kalinya di Indonesia.
Kelompok ini didampingi oleh Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI) melalui Program Pengembangan Usaha Lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Warna Alam Berbasis Sumberdaya Lokal Dalam Rangka Penguatan Ekonomi Perempuan berjalan dengan lancar. Pendampingan ini mengajak Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten dan juga Dompet Dhuafa.
Setelah diuji oleh Lembaga Sertifikasi Mutuagung Lestari, pada tanggal 2-4 Desember 2017 dengan menggunakan Metode Uji berikut SNI 08-0287-1996 atau EN/ISO 105-E 04: 2013 solution 11 dan 13 tentang prosedur pengujian celupan sesuai dengan TPT SNI 19-7188.4:2006 butir 7, maka dinyatakan bahwa KUB Lurik Klasik dari Desa Telingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Indonesia, adalah benar benar melakukan produksi tenun lurik klasik dengan pewarna alam.
Bertindak sebagai Lead Auditor adalah Ir. Tony Arifiarachman dan Anggota Tim Ir. Taufik Margani, setelah memeriksa sistem manajemen dan proses produksi di lapangan serta konsultasi dengan para pemangku kepentingan, akhirnya menetapkan KUB ini berhak memberikan tanda ekolabel pewarna alam pada produk yang dibuatnya, untuk jangka waktu 3 tahun, 8 Desember 2017 hingga 8 Desember 2020.
Tenun pewarna alam sangat bagus dan dianjurkan dipakai untuk dan demi alasan: 1) ramah lngkungan, 2) baik bagi kesehatan, 3) menggerakan ekonomi masyarakat desa, dan 4) mengembangkan budaya produksi secara berkelanjutan bagi produk produk tenun lurik tradisional.
Bagi yang berminat bisa menghubungi ARANA dengan mengunjungi http://www.persepsi-klaten.org

PPUKM – PPSDI PERSEPSI

GELIAT KELOMPOK PENENUN LURIK PEWARNA ALAM

Thema dan semangat kembali ke alam memang menggema di seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali di Klaten, Jawa Tengah. Usaha ini secara lokal lebih dikenal sebagai Lurik Pedan, atau Lurik Klaten. Sedangkan Pedan adalah nama kecamatan yang mengembangkan lurik ini, di berada di Kabupaten dari Klaten. Namun perkembangannya sangat pesat sehingga tenun lurik pun tidak hanya ada di pedan namun juga menyebar di kecamatan Bayat, Cawas dan Trucuk. Sekalipun penyebarannya sudah ke beberapa kecamatan, namun nama lurik tersebut masih dinamakan lurik Pedan karena tak lepas dari sejarah lurik pedan ini sejak zaman penjajahan dahulu.

Tahun 2017 PERSEPSI menggandeng kerjasama Dompet Dhuafa, untuk menyiapkan kelompok penenun lurik pewarna alam agar bisa menggeliat dan berkembang lagi di tengah gempuran kurik moderen yang menggunakan bahan dn pewarna sintetik. Tidak mudah di awal, tetapi akhirnya bisa diorganisir sebanyak 231 orang yang terbagi dalam 9 Kelompok dalam 3 forum, yang memproduksi untuk berbagai pesanan di dalam negeri termasuk untuk wilayah Klaten, Solo dan Yogyakarta.

WONDERFUL EKOWISATA PERSEPSI

oleh: Taryanto Wijaya

Sabtu pagi, 9/9/2017 aula PERSEPSI menyeruak. Pembahasan hangat hasil studi Ekowisata Semagar mendapatkan sambutan hangat oleh Badan Pengurus dan Badan Pengawas PERSEPSI yang mengundang tanggapan Prof. Dr. Baiquni, Guru Besar Ekonomi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM).

Laporan Tim Studi Semagar dinilai masih berat sebelah, dan baru menekankan pada aspek destinasi wisata, tetapi belum menyebutkan pasar, bagaimana menjangkau, tata pemasarannya. Begitupun dengan manajemen pariwisata yang hendak dikembangkan di tingkat lembaga yang belum dibentuk secara khusus dengan rencana tindak (action plan) yang terlaksana secara terstruktur dan terkendali.

Diskusi yang berkembang mengarah pada pentingnya 4 hal: 1) perubahan mindset, 2) tim manajemen kreatif yang melakukan kerja, 3) penyiapan ekowisata berbasis masyarakat, dan 4) pengembangan paket pariwisata berbasis masyarakat dan teknologi komunikasi digital. Profesor Baiquni memberikan dukungan untuk PERSEPSI menjadi bagian dari komunitas baru yang menyiapkan pariwisata kutural dan kreatif dengan pendekatan pembangunan kawasan, tidak lagi hanya berbasis desa.

Lebih jauh dalam rangka ini, direkomendasikan untuk mulai ada perubahan mindset dengan menjadi himpunan ekowisata eduksi pedesaan.

(ppsdi, 9/9/2017)

PERSEPSI DAN PEMBANGUNAN BERBASIS PENGEMBANGAN KAWASAN

(sebuah refleksi untuk bahan rapat gabungan, Sabtu, 9 September 2017)
oleh: Taryanto Wijaya

Meski tidak mudah tetapi harus melakukan. Itulah yang harus dilakukan PERSEPSI ketika harus menggeser cara pandang perancangan dan pengelolaan program dari semula berbasis desa menjadi berbasis pengembangan kawasan. Ini artinya, cara pandang perancang dan pengelola program harus bergeser dari satuan administratif ke kesatuan sumberdaya dan aksesibilitas dan distribusi manfaatnya.

Bidang PKLH sudah mencoba mengawalinya dalam pembentukan satuan pengelola hutan dari berbasis desa menjadi berbasis hamparan hutan yang membentuk satu kesatuan ekosistem, dengan sedikit mengabaikan batas administrasi desa. Sedangkan bidang PPUKM juga telah mencoba dengan pembentukan koperasi SETARA yang lintas desa, serta pendekatan program tenun lurik yang lintas kecamatan di Kabupaten Klaten.

Studi Semagar menjadi entri baru untuk bagaimana memulai mengembangkan program berbasis sumberdaya lintas desa dan jaringan aksebilitas jalan dan distribusi kemanfaatannya. Meski masih sulit, tetapi upaya kesana makin jelas arah dan tahapannya.

Satu area yang didekati bersama lintas bidang program di PERSEPSI mengharuskan tata kelola tim dan informasi secara baik dan terpadu. Ini tidak mudah, karena ada wilayah wilayah teknis, kelembagaan, dan jaringan yang menuntut pengeloaan bersama dengan fungsi masing masing secara saling terkait. Rencana ekowisata mengharuskan adanya pengembangan pengolahan sumberdaya lokal agar memiliki nilai pasar yang baik. Demikian halnya dengan memperbaiki tata kelola tim pelayanan para pengunjung, akses menuju lokasi wisata dan jalur jalur utama yang memungkinkan potensi ekonomi lain di beberapa desa bisa turut dikembangkan.

Agaknya, kepastian arah dan tahapan menjadi wilayah yang masih butuh dipikirkan agar posisi dan peran PERSEPSI tidak gamang dalam menyikapi begitu besarnya tuntutan masyrakat untuk bisa menjadi pendamping pengelolaan ekowisata di berbagai wilayah.