MENAPAK MASA DEPAN MELALUI PROGRAM LOCAL HARVEST

Oleh: Taryanto Wijaya

 (Rembang, 20 Juli 2018, PERSEPSI). Panasnya udara pantai dengan kandungan uap air yang tinggi menjadi masa panen bagi petani garam dampingan PERSEPSI di Kabupaten Rembang. Tubuh tubuh dengan lengam legam kehitaman penuh keringat tampak bersemangat di petak petak pengeringan kolam garam rakyat. Suanan dan rasa ceria muncul ketika gundukan gundukan kristal putih berasa asin telah tampak menggunung di hamparan kolam tambak  yang mengering.

Program  PUGAR (Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat) menjadi kata lokal yang dipakai untuk menyederhanakan Local Harvest  yang rumit, di tengah  SDM dan kelembagaan petani garam  yang lemah dan tata niaga garam nasional yang belum memihak kepada rakyat kecil.

Program yang telah melewati tahun pertama ini mencoba menelisik bersama masyarakat sendi sendi dasar yang menjadikan lemahnya posisi tawar petani garam dalam cara panen dan tata niaga perdagangan garam secara nasional. Ini sebuah upaya memasukan  serat baru ke dalam benang ruwet yang telah berjalin berkelindan tanpa jelas ujung pangkalnya.

Namun kerja cerdas tim pendamping telah mulai menguak aspek  dan tahapan kritis petani garam kita yang menjadi tulang punggung penyediaan garam mineral kebutuhan konsumsi  mineral essensial keluarga Indonesia yakni NaCl (natrium chlorida) sebagai  zat penting yang meningkatkan kecerdasan berpikir, kesehatan tubuh manusia dan cita rasa masakan Indonesia.

Memang tidak sedikit tantangan yang dihadapi.  Lemahnya kelembagaan petani tambah  garam, dan penguasaan tataniaga garam oleh tokoh tokoh lokal yang berlindung di balik koperasi yang ada menjadi kesulitan meretas jerat petani  tambak  garam kita adalah persoalan melingkar lingkat yang nyaris tak pernah usai.

Revitalisasi Koperasi Sari Makmur dipilih oleh PERSEPSI sebagai  sasaran strategis untuk pemberdayaan petani  tambak garam. Koeprasi  yang  berdiri sejak 1999, namun baru diaktifkan kembali  2015, sekretariatnya mengambil tempat di  rumah  ketua di Desa Tambak Agung. Sedangkan anggotanya menyebar di desa Tambak Agung sendiri serta Desa Tunggul Sari, Desa Mojowarno dan Desa Dresi Kulon di Kecamatan Kaliori, dengan jumlah  sebanyak 115 orang.  

Koperasii  Sari Makmur sendiri memiliki modal  Rp 25 juta berasal dari simpanan anggota berupa SP : Rp 50.000,- dan SW : Rp 5.000,-. Keputusan RAT terakhir menunjukan SP naik menjadi Rp 200.000,- dan SW sebesar Rp 10.000,- dengan pembayaran dilakukan setahun sekai pada waktu musim garam. Usaha utama  bersama adalah yang dilakukan Koperasi ini adalah 1) pemasaran garam ; 2) pengadaan surat jalan penjualan garam; 3)penyambungan pipa dan 4) pengadaan geo isolator, 5)  Pertemuan rutin bulanan hanya dilakukan oleh pengurus pada tanggal antara 1 – 10 setiap bulan.

Kondisi  produksi garam yang diproduksu berupa garam grosok, dengan penjualan langsung maupun dikumpulkan di gudang garam yang berada di lahan masing-masing. Kebanyakan penjualan dilakukan ke tengkulak. – Kandungan NaCl rata-rata rendah berkisar antara 83 – 88 (sudah melalui pencucian). Pencucian untuk menaikkan kadar NaCl. Sedangkan standar untuk garam industri kadar NaCl nya > 93. Pengukuran kadar NaCl dengan menggunakan alat yang dimiliki oleh Dinas Kelautan dan Perikanan .

Sementara itu, pengolahan garam oleh koperasi belum dilakukan secara maksimal karena keterbatasan alat yang dimiliki, yakni berupa mesin selep, oven dan ayakan. Sedangkan yang belum dimiliki adalah alat untuk pencucian, sedangkan standar harga garam hanya berdasar penglihatan secara kasat mata. Harga untuk Kw 1 yaitu yang bersih, putih adalah Rp 1.150,.  Pembuatan garam ada yang menggunakan geo isolator maupun tanpa alas dan ini berpengaruh terhadap waktu, kapasitas dan kualitas produksi. Dari kapasitas produksi selisih 1/3 lebih banyak yang memakai geo isolator.  – Modal yang dibutuhkan dalam 1 kali musim panen berkisar Rp 100 juta rupiah.

Program ini menjadi tantangan baru bagi PERSEPSI untuk bisa hidup dan berkembang  dan berdaya bersama dengan para petani garam di wilayah pantai pantai di Indonesia, dan diawali dari keberhasilan di Rembang. (tw-ppsdi)

Kontak Kami

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI)

 

Kantor Pusat :

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI)

Jl. Klaten-Jatinom Km. 3 Kwaren, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah- Indonesia

Telp. +62 272 322211

Fax. +62 272 322865

E-mail. persepsi@indo.net.id

 

Kantor Cabang Wonogiri :

Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI)

Jl. Cempaka VI No. 1,  Pokoh, Wonogiri, Jawa Tengah 57615

Tilp/Fax : 0273-322059

Email : persepsi@indo.net,id